Technologue.id, Jakarta – Airbnb belakangan ini kelabakan atas kejadian rasisme dan diskriminasi yang dilakukan oleh beberapa tuan rumah pada platform berbagi rumah tersebut. Dalam rangka memerangi hal tersebut, Airbnb membuat beberapa perubahan positif pada platform dan kebijakan perusahaannya. Hal ini diungkapkan oleh CEO Airbnb, Brian Chesky pada email yang dikirim kepada para pengguna Airbnb, baik tuan rumah maupun tamu.

Perubahan tersebut mencakup penjaminan booking jangka pendek untuk orang yang telah menjadi korban diskriminasi, mengurangi kepentingan memasang foto pengguna, menutup ketersediaan jika tuan rumah mengklaim ruang sudah dipesan padahal belum. Dan mengusahakan peningkatan jumlah daftar booking cepat yang tak membutuhkan persetujuan tuan rumah untuk tampu tertentu menjadi satu juta pada awal tahun 2007.

“Diskriminasi adalah lawan dari rasa kepemilikian, dan keberadaan hal tersebut pada platform kami menghancurkan misi utamanya,” tulis Chesky. “Prasangka dan diskriminasi tak mendapat tempat pada Airbnb, dan kami memiliki nol toleransi untuk hal tersebut. Sayangnya, kami terlalu lambat untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, dan untuk hal ini saya meminta maaf. Saya bertanggung jawab atas segala penderitaan atau kefrustasian yang dialami anggota dari komunitas kamu. Kami tak hanya berusaha memperbaiki hal ini, tetapi kami akan berusaha untuk menjadi contoh yang dapat diikuti oleh perusahaan lain.”

Persoalan rasisme Airbnb muncul setidaknya akhir tahun lalu, ketika penelitian Harvard menunjukkan bahwa para penyewa dengan nama seperti orang kulit hitam susah untuk menerima pemesanan tempat melalui situs tersebut. Kemudian pada bulan Juni, tuan rumah Airbnb di Carolina Utara membatalkan pemesanan pada orang kulit hitam dan mengiriminya penghinaan yang rasis. Tak lama setelah kejadian itu, Chesky mengatakan bahwa rasisme tak diperbolehkan pada platform tersebut dan Airbnb memblokir tuan rumah tersebut secara permanen.

Di akhir bulan tersebut, Congressional Black Caucus mendesak Airbnb untuk mengambil tindakan lebih jauh dalam mengatasi persoalan rasisme dan diskriminasi pada platform perusahaan tersebut. Desakan tersebut dilakukan dengan mengutip Title II dari Undang-undang hak asasi manusia Amerika Serikat tahun 1964 yang melarang diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, agama dan warga negara pada tempat seperti hotel dan motel.

Perubahan Produk dan Kebijakan untuk Membasmi Sikap Rasis

Mulai 1 November 2016, siapa pun yang menggunakan Airbnb harus menyetujui komitmen komunitas yang mengharuskan memperlakukan sesama anggotanya dengan rasa hormat dan tanpa menghakimi atau prasangka. Kebijakan anti diskriminasi Airbnb ini dibuat di bawah panduan mantan Jaksa Agung Amerika Serikat, Eric Holder yang bergabung dengan Airbnb pada bulan Juli. Kebijakan tersebut melarang konten yang mempromosikan hal-hal seperti rasisme dan fanatisme.

Sebagai bagian dari komitmen komunitas, Airbnb akan membangun dan merilis fitur pada awal pertengahan tahun depan yang mengatasi kejadian seseorang yang melakukan booking pada tempat yang tersedia namun kemudian diinformasikan tak tersedia.

Pada beberapa kasus terlihat ketersediaan tempat pada daftar untuk kunjungan yang sama dari tamu dengan ras yang berbeda. Nantinya Airbnb akan mengembangkan fitur untuk mencegah hal tersebut terjadi. Jika tuan rumah menolak tamu dengan mengatakan bahwa ruang mereka tak tersedia, Airbnb akan secara otomatis memblokir kalender untuk permintaan reservasi berikutnya untuk kunjungan yang sama.

Airbnb juga membentuk tim insinyur, saintis data, peneliti dan desiner yang pekerjaan penuh waktunya mempromosikan keberagaman dan pembasmian rasisme dan prasangka dari platform Airbnb. Salah satu tugas pertama tim adalah membuat percobaan dengan “mengurangi penonjolan foto pada proses booking dan meningkatkan pada bagian lain profil tuan rumah dan tamu dengan informasi yang obyektif.”

Jika seseorang menjadi korban diskriminasi, Airbnb berkomitmen untuk menjamin orang tersebut menemukan tempat untuk tinggal, bahkan jika bukan di tempat yang ada pada Airbnb. Bagi seseorang yang melaporkan diskriminasi, Chesky mengatakan bahwa Airbnb akan membantu mereka memesan kunjungan berikutnya.

Perubahan lain mencakup tambahan alat penandaan sehingga orang dapat cepat melaporkan diskriminasi atau pidato kebencian. Alat tersebut akan dikembangkan dan ditingkatkan pada Januari 2017. Airbnb juga akan menawarkan pelatihan prasangka yang tak disadari bagi tuan rumah. Setelah tuan rumah menyelesaikan pelatihan, Airbnb akan menyorot mereka pada platform.

Perubahan-perubahan ini dikembangkan bersama dengan kemitraan kelompok keadilan rasial, yaitu Color of Change, Rainbow/PUSH Coalition, Congressional Black Caucus, NAACP dan lain-lain.

 

Baca juga:

HARUSKAH STARTUP LOKAL MENIRU STARTUP SILICON VALLEY?

MAHASISWA KEMBANGKAN APLIKASI PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL

HALODOC VS KONSULA, UJI BANDING DUA APLIKASI BEROBAT