Technologue.id, Jakarta – Masih ingat dengan foto Setya Novanto yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit dengan perawatan medis yang cukup kompleks?

Waktu itu, politikus 62 tahun tersebut dilaporkan sedang ditangani secara medis karena mengidap sleep apnea, yaitu sebuah gangguan tidur yang dapat mengganggu pernapasan penderitanya. Gangguan ini tak bisa disepelekan, karena sleep apnea dapat menyebabkan seorang berhenti bernapas yang mengakibatkan kematian.

Baca juga:

Atasi Kecanduan Smartphone dengan Alat Unik Ini

Selain perawatan intensif di rumah sakit, barangkali para penderita sleep apnea seperti Setya Novanto bisa mencoba Go2Sleep. Center for Disease Control (CDC) telah mengembangkan device manajemen tidur untuk membantu orang-orang yang kesusahan atau was-was kala terlelap. Go2Sleep pun diproyeksikan menjadi pemantau kualitas dan kuantitas tidur pemakainya, termasuk penderita sleep apnea, lewat aplikasi di smartphone.

Ini Solusi Buat Sakit Gampang Tidur Setya Novanto
Ilustrasi cara kerja Go2Sleep (source: Indiegogo)

Baca juga:

Bocor, Desain Oppo R13 Mirip iPhone X!

Alat dengan artificial intelligence itu berbentuk layaknya cincin. Gunanya, untuk secara konstan memonitor pola tidur, detak jantung, tingkat kejenuhan oksigen dalam darah, sampai tekanan dalam nadi penggunanya. Dikutip dari DigitalTrends (25/11/2017), dengan kemampuan cincin yang bersertifikat IP67 ini, penanganan terhadap pasien sleep apnea saat kondisinya sedang drop pun bisa dilakukan secepatnya.

Teknologi yang bobotnya hanya 6 gram ini dapat digunakan untuk monitoring tiga malam dalam sekali charge. Oleh kreatornya, cincin ini pun diklaim sebagai cincin sleep detector terkecil di dunia.

Baca juga:

Ini Dua Produk Baru Super Mungil dari Tesla, Apa Itu?

Proyek Go2Sleep saat ini sedang membutuhkan dukungan finansial Anda di Indiegogo. Dengan menyumbang sebesar Rp1,2 juta, Anda dapat memiliki wearable gadget ini nanti di kala proses produksinya usai, yang dijadwalkan pada Mei 2018.