Jegal Xiaomi, Samsung Siapkan Senjata Ampuh dari Galaxy M

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Samsung mulai memperkuat kehadiran mereka di segmen menengah dan terjangkau. Strategi ini dilakukan setelah Xiaomi merebut posisi pertama dari Samsung menjadi brand paling laris di negara India.

Menurut data dari lembaga riset Counterpoint, Xiaomi mengambil alih pangsa pasar Samsung di India pada Q4 2017, dan memegang sebanyak lima poin pada Q3 2018. Smartphone Redmi series begitu diminati karena harga lebih terjangkau dibanding Galaxy series. Beberapa fitur dan spesifikasi yang dihadirkan pun terbukti lebih menarik.

Mengantisipasi persaingan pasar yang kian ketat, Samsung di bulan ini bakal merilis senjata terbarunya untuk menandingi deretan ponsel Redmi Series itu di India, yakni Galaxy M10 dan Galaxy M20. Kemudian di bulan berikutnya ada juga Galaxy M30 yang kabarnya bakal hadir dengan mengusung tiga lensa (triple-lens) kamera belakang.

Trio Galaxy M series itu akan menampilkan tampilan teardrop “Infinity-V” baru besutan Samsung.

Baca Juga:
Mengintip Seri Pertama Galaxy M, Akhirnya Samsung Pakai Notch Mainstream!

Sementara spesifikasi lengkapnya masih dirahasiakan, namun bocoran dari Amazon menunjukkan bahwa smartphone Samsung Galaxy M akan memiliki kamera belakang ganda, sensor sidik jari yang dipasang di belakang, USB-C, dan jack headphone.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters (14/1/2019), Asim Warsi, Senior Vice President Samsung India, mengatakan bahwa lineup terbaru itu akan dijual dengan range harga antara 10.000 dan 20.000 rupee (atau sekitar Rp1,9 juta hingga Rp3,9 juta).

Dengan Galaxy M series, Samsung serius menghadang dominasi Xiaomi yang juga baru-baru ini melahirkan subbrand Redmi.

Baca Juga:
Booming Belanja Online, Situs Samsung Layani Penjualan Produk

Dikatakan Neil Shah dari Counterpoint Research, Samsung nantinya bisa bersaing dengan baik kembali jika pihaknya fokus dan mengutamakan soal desain, spesifikasi dan juga sektor kamera.

“Samsung punya akses ke teknologi layar, kamera, konektivitas, memori, dari perspektif hardware. Mereka bisa menjangkau skala global lebih daripada Xiaomi,” kata Neil.

Meski kalah dalam penguasaan pasar, akan tetapi menurutnya perusahaan asal Korea Selatan ini masih memiliki pemasaran offline dan jaringan servis yang memuaskan.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories