Baca Juga: Ingat, Sebar Hoax Soal Virus Corona Bisa Didenda Miliaran
Menurut Kaspersky, pada kenyataannya file-file tersebut berisi berbagai ancaman dari Trojan ke worm yang mampu menghancurkan, memblokir, memodifikasi atau menyalin data, serta mengganggu pengoperasian komputer atau jaringan komputer. Analis Malware Kaspersky, Anton Ivanov mengatakan, "virus Corona, yang sedang dibahas secara luas sebagai berita utama, telah digunakan sebagai umpan oleh para pelaku kejahatan siber. Sejauh ini kami hanya melihat sejumlah 10 file unik, tetapi karena aktivitas demikian kerap terjadi dengan topik populer di media, maka kami memperkirakan kecenderungan ini akan bertambah."Baca Juga: Bikin Mewek, Ayah Tak Bisa Gendong Balita Terpapar Virus Corona
Menurut Ivanov, ketika masyarakat masih memiliki kekhawatiran akan kesehatan mereka, itu kemungkinan akan dimanfaatkan oleh penjahat siber dengan menyematkan Malware di dalam dokumen palsu tentang penyebaran virus Corona. Karena itu, masyarakat diimbau untuk menghindari tautan mencurigakan dan merujuk kepada sumber resmi. Terkait virus Corona sendiri, Informasi terbaru per tanggal 1 Februari 2020 tercatat 11.953 kasus Virus Corona terkonfirmasi. Sebanyak 1821 kasus diantaranya dilaporkan dari Cina yang tersebar di 34 wilayah. Total kematian 259 kasus (CFR 2,2%) yang seluruhnya terjadi di China.