Kasus Sate Maut, Ternyata Sianida Dijual Bebas di Marketplace

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Keberadaan racun mematikan sianida kembali menjadi sorotan setelah ramai kasus sate maut salah sasaran yang menewaskan anak pengemudi ojek online di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (25/4/2021).

Racun yang mampu bekerja dengan cepat itu mudah didapatkan dengan cara-cara yang ilegal, termasuk lewat marketplace. Nani Apriliani Nurjaman (25), tersangka pengirim sate maut itu membeli racun melalui online sejak dua bulan lalu.

Baca Juga:
Facebook Marketplace Punya 1 Miliar Pengguna

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono mengatakan bahwa racun tersebut dipesan oleh Nani melalui aplikasi online, pada 28 Maret 2021. Dalam riwayat pembelian melalui e-commerce itu pesannya sodium sianida. Namun racun yang ditaburkan adalah KCn atau kalium sianida.

“Jadi pesanannya di aplikasi tersebut Sodium Sianida. Tapi setelah dicek, ternyata Kalium Sianida,” katanya, dalam keterangan tertulis, Senin (3/5/2021).

Dari hasil pendalaman polisi, pelaku ini memesan KCN atau kalium sianida di toko daring sebanyak 250 gram yang harganya Rp 224.000. Racun ini yang menyebabkan Naba Faiz Prasetya (10) warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, meregang nyawa setelah mencicipi bumbu sate bersama keluarganya.

Tim Technologue.id melakukan penelusuran kepada tiga platform e-commerce besar di tanah air dengan mengetik kata kunci “Sianida”.

Baca Juga:
Masuk ke Marketplace, Pasar Tradisional Banjir Transaksi Setiap Hari

Dua diantaranya menampilkan informasi “Produk tidak ditemukan”, sementara satu lagi memang menampilkan barang-barang yang memakai kata “Sianida” saja seperti T-Shirt Sianida dan Buku mengenai Sianida. Tidak ada hubungan sama sekali dengan penjualan racun berbahaya tersebut.

Saat ini, Nani telah ditahan di Polres Bantul. Hal itu karena polisi masih memintai keterangan untuk penyelidikan lanjutan.

Tak cuma menangkap Nani, aparat juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, seperti dua unit motor matik, sepasang sandal, uang tunai Rp30 ribu, kunci motor dan satu buah helm berwarna merah.

- Advertisement -

Latest News

Sering Scan Kode QR? Ini Bahayanya

Technologue.id, Jakarta - Memasuki era digital, kode QR semakin menjamur. Kode unik ini sangat mudah ditemukan mulai di kemasan makanan, tiket, tagihan...

Pendiri Zoom Ngaku Capek Meeting Virtual

Technologue.id, Jakarta - CEO sekaligus pendiri Zoom, Eric Yuan mengaku lelah dengan penerapan sistem bekerja di rumah. Tak sungkan, ia mengeluh jika...

Refund Molor, Toko Furniture Fabelio Panen Kecaman Konsumen

Technologue.id, Jakarta - Akun Instagram resmi toko furniture online, Fabelio, digeruduk sejumlah konsumen. Mereka mengeluhkan soal proses pengembalian uang atau refund yang...

Kenaikan Transaksi Shopee Berlipat saat Ramadan

Technologue.id, Jakarta - Di momen Ramadhan 2021 Shopee mengalami kenaikan transaksi yang signifikan. Tercatat selama kampanye Big Ramadan Sale ada lebih dari...

Sony Hapus Kamera DSLR dari Situs Resmi, Berhenti Produksi?

Technologue.id, Jakarta - Mungkin kita tidak akan pernah melihat perangkat DSLR A-series keluaran terbaru dari Sony. Pasalnya produsen elektronik asal Jepang itu...

Related Stories