Technologue.id, Jakarta – Bisnis mobile LG semakin terpuruk setelah menderita kerugian selama 15 kuartal berturut-turut. Seakan belum menyerah, Qiao Yujin, CEO LG Electronics, justu menyatakan bahwa vendor elektronik asal Korea Selatan itu tidak akan meninggalkan bisnis smartphone saat ini.

Pernyataan Qiao itu berbanding terbalik dengan kondisi keuangan perusahaan di mana LG Mobile kehilangan US$ 700 juta (sekitar Rp 8 triliun) tahun lalu, padahal divisi-divisi lain dilaporkan telah mencetak rekor laba. LG akan tetap berada di bisnis smartphone karena alasan strategis sehingga perusahaan akan masih memiliki kesempatan untuk bermain dalam pergeseran paradigma berikutnya.

Baca Juga:
LG Siapkan Smartphone Super-Premium Seharga Rp25 Juta?

“Portofolio bisnis LG meliputi mobil dan peralatan rumah tangga, yang keduanya terkait dengan ponsel cerdas, jadi kami belum mempertimbangkan untuk keluar dari bisnis ponsel cerdas,” kata Qiao, dikutip dari GSMarena (4/2/2019).

- Advertisement -

Agar tetap bertahan, LG akan tetap mengikuti perkembangan tren teknologi, seperti smartphone 5G dan form-factor baru untuk memperbaiki nasib bisnis ponselnya tahun ini. Seperti rumor yang hangat diperbincangkan, LG akan memamerkan smartphone layar lipat pertamanya di Mobile World Congress (MWC) 2019 di Barcelona bulan ini.

Baca Juga:
LG Siap Pamerkan Smartphone Layar Lipat Bulan Depan

LG pun turut mengubah strategi kepemimpinan untuk melanjutkan perubahan operasi divisi mobile. Bisnis ponsel akan dilimpahkan ke Brian Kwon yang sebelumnya mengepalai bisnis entertainment LG, termasuk televisi. Pengalaman kepemimpinan Kwon terbukti andal setelah sektor bisnis entertainment menjadi sektor yang paling banyak menyumbang keuntungan bagi LG.