Technologue.id, Jakarta – Ada tambahan layanan baru bagi pengguna Airbnb yang mungkin akan segera diperluas ke depannya. Startup persewaan properti dalam jangka pendek itu me-launching program pilot yang memungkinkan pemiliki rumah atau apartemen menyewakan ruangannya ketika ada situasi darurat secara cuma-cuma.

Baca juga:

Airbnb Promosikan Wisata Unik dan Anti-mainstream di Bali

Dijelaskan oleh Airbnb (09/06/2018), program evakuasi ini berangkat dari bencana alam Badai Sandy tahun 2012 silam, yang membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggalnya. Saat itu, seorang pemilik properti di Airbnb menawarkan tempatnya untuk korban yang membutuhkan tempat berlindung tanpa dipungut biaya. Hingga saat ini, tercatat komunitas Airbnb sedunia telah menggratiskan 17 ribu malam menginap gratis untuk yang membutuhkan.

Baca juga:

Aplikasi Uber Akan Mampu Deteksi Apakah Anda Sedang Mabuk, Gunanya?

Program yang dinamai Open Homes ini untuk kali pertama akan diujicobakan di kota San Jose, California. Walikota San Jose, Sam Liccardo, mengapresiasi langkah dan kerja sama ini, “Ketika bencana melanda, salah satu kebutuhan sekaligus tantangan terbesar kami adalah untuk memastikan bahwa setiap penduduk yang mengungsi memiliki tempat yang aman untuk tinggal.”

“Kami berterima kasih atas kemitraan baru kami dengan Airbnb, yang menawarkan contoh bagus tentang bagaimana pemerintah dapat memanfaatkan inovasi untuk menambahkan alat lain ke toolbox respons bencana kami.”

Baca juga:

Ini 3 Fitur Baru Grab Guna Minimalisir Orderan Fiktif

Di program uji coba ini, Airbnb turut memberikan pelatihan manajemen situasi darurat. Diharapkan, para peserta di pilot project ini dapat menjadi tuan rumah komunitas Airbnb yang bisa diandalkan ketika dibutuhkan.