Technologue.id, Jakarta – Gelaran Mobile World Congress (MWC) 2020 batal digelar karena kekhawatiran terhadap wabah virus Corona. Dengan dibatalkannya gelaran tersebut, mengakibatkan berbagai pihak mengalami kerugian.

Dilansir dari DCD pada Senin (17/2/2020), dilaporkan bahwa Barcelona selaku tuan rumah mengalami kerugian mencapai €500 juta atau setara Rp 7,4 triliun. Pembatalan ini juga berdampak buruk bagi GSMA selaku penyelenggara dan juga banyak perusahaan teknologi dunia.

Baca Juga:
Antisipasi Corona, Kominfo Imbau Ekspedisi Awasi Kiriman Barang Dari China

Sejak Barcelona menjadi lokasi tetap MWC pada 2006, gelaran ini biasanya menarik sekitar 100.000 pengunjung dan ribuan perusahaan teknologi dunia beserta petingginya. Gelaran ini tentu menyumbang pemasukan yang sangat besar bagi kota Barcelona.

John Hoffman, CEO GSMA memutuskan untuk meniadakan gelaran ini pada tahun 2020. Ia mengatakan akibat wabah virus Corona tidak mungkin untuk memaksakan MWC 2020 dapat terselenggara seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Dengan memperhatikan lingkungan yang aman dan sehat di Barcelona dan negara tuan rumah saat ini, GSMA memutuskan membatalkan MWC 2020 karena kekhawatiran global terkait wabah virus corona, masalah perjalanan, dan keadaan lainnya, membuat GSMA tidak mungkin mengadakan acara tersebut,” ujarnya.

Baca Juga:
Corona Belum Mereda, Apple Kembali Buka Toko Ritel di Beijing

GSMA sendiri telah berbicara dengan pemerintah Spanyol, untuk membujuk pihak berwenang disana agar menyatakan keadaan darurat kesehatan masyarakat. Dengan begitu memungkinkan GSMA untuk mengklaim kerugian kepada pihak asuransi.

“GSMA dan pihak berwenang setempat akan terus bekerja sama dan saling mendukung untuk gelaran MWC Barcelona 2021 dan gelaran MWC di masa depan,” pungkasnya.