Technologue.id, Jakarta – Secara kasat mata, game Super Mario Run nampak begitu sukses. Bagaimana tidak, walaupun baru diluncurkan untuk iOS pada akhir tahun 2016, game tersebut berhasil mengumpulkan nilai transaksi yang fantastis, yakni sekitar US$53 juta (atau sekitar Rp710 miliar).

Meski nilai transaksinya nampak begitu mencengangkan, di sisi lain Nintendo masih merasa belum puas akan pencapaiannya tersebut. Bahkan, mereka justru menganggap bahwa game Super Mario Run masih dianggap tak sesuai dengan target yang sudah ditetapkan.

Melalui wawancara yang dilakukan oleh sebuah media asal Jepang, Nikkei yang dikutip melalui NextPowerUp (25/03/17), presiden Nintendo, Tatsumi Kimishima mengonfirmasi bahwa pendapatan dari game Super Mario Run masih jauh dari harapan.

Sayangnya, ia tak menyebutkan berapa sebenarnya angka yang ingin dicapainya. Namun yang pasti, ke depannya game tersebut akan memiliki sejumlah karakter baru untuk bisa meningkatkan jumlah pengguna dengan signifikan.

Di sisi lain, Nintendo juga akan menyediakan game Super Mario Run untuk berbagai platform. Oleh karenanya, baru-baru ini game tersebut juga hadir untuk Nintendo Switch dan Android.

Walaupun bisa dimainkan secara gratis, sebenarnya Super Mario Run adalah game berbayar. Pasalnya, untuk membuka seluruh fitur yang ada, pemain diminta untuk membayar US$10. Namun bagi Tatsumi, konsep free-to-play tersebut tak mampu membuatnya meraup banyak uang.

 

Baca juga:

Easy Mode, Cara Mudah Tamatkan Super Mario Run

Setelah Pokémon Go dan Super Mario Run, Nintendo Siapkan 3 Game Lagi!

Baru Sehari, Super Mario Run Langsung Kalahkan Pokémon Go!