Technologue.id, Jakarta – Kabar yang cukup menyedihkan hadir di dunia teknologi. Pabrikan ponsel yang dikenal dengan kemewahan setiap produknya, Vertu, harus gulung tikar setelah 9 tahun berdiri di industri perangkat genggam.

Dilansir dari The Verge (16/7/2017), bangkrutnya perusahaan asal Britania Raya tersebut disebabkan oleh pembengkakan nilai hutang, yang tak sanggup mereka lunasi. Dari jumlah keseluruhan hutang yang bernilai 128 juta Euro, Vertu hanya mampu membayar sebesar 1.9 juta Euro atau sekitar Rp 31 Milyar.

Berdasarkan penilaian seorang analis teknologi, Vertu memang cukup lama berada pada titik terendahnya. Terutama ketika smartphone merajalela, perusahaan tersebut tak mampu menyeimbangkan produknya dengan perangkat standar lainnya yang ada di pasaran.

Luka yang mendalam pun harus dirasakan oleh 178 pekerja yang telah lama mengabdikan diri di perusahaan tersebut. Selain harus kehilangan pekerjaannya, karyawan Vertu pun tidak bisa mendapatkan dana pensiun mereka, yang bernilai total 500 ribu Euro atau sekitar Rp 7.6 Milyar.

Pemiliknya, Hakan Uzan diketahui tengah berada di Paris. Hakan sempat ingin menyelamatkan Vertu dengan membayar nilai hutang sebesar 1.9 juta Euro, namun rupanya penawaran tersebut ditolak oleh Kreditor.

Sebelum mengasingkan dirinya, Hakan sempat berjanji untuk kembali membawa merek tersebut ke dunia teknologi.

Baca juga:

Tahun Ini, Empat Smartphone Samsung akan Punya Kamera Ganda

Inikah Smartphone Bezel-less Selanjutnya dari Sharp?

Apa Jadinya Jika Vendor Smartphone Bekerja Sama dengan Restoran Ayam Goreng?