Pelaku Kejahatan Siber Memanfaatkan Tema Vaksin

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Pakar keamanan siber Kaspersky mencatat tren utama yang terlihat di dunia maya tahun lalu, dan akan berlanjut pada 2021. Ini termasuk penyalahgunaan tema COVID-19, eksploitasi penelitian terkait pandemi, serta penipuan dan informasi yang keliru terkait virus dan vaksin.

Seongsu Park, Peneliti Keamanan Senior, (GReAT) di Kaspersky, menjelaskan bahwa para pelaku ancaman ini akan terus menggunakan topik terkait pandemi untuk mengelabui pikiran manusia.

Baca Juga:
Vaksin Covid-19 Dijual di Dark Web, Harganya?

“Negara-negara masih menerapkan penguncian, pembelajaran virtual dan pekerjaan jarak jauh masih terjadi, dan pembayaran digital kian meningkat. Ini berarti infrastruktur TI akan tetap terbentang, semakin membuka celah untuk ancaman yang menargetkan Windows dan perangkat jaringan yang terhubung dengan internet serta serangan multi-platform hingga rantai pasokan, dan lebih jauh lagi,” ungkap Park, dalam konferensi media virtual, Selasa (16/3/2021).

Pada tahun lalu, lebih dari 80.000 koneksi domain terkait COVID dan situs web berbahaya terdeteksi oleh Kaspersky di Asia Tenggara saja. Malaysia mencatatkan angka tertinggi diikuti oleh Vietnam, Filipina, dan Indonesia.

Baca Juga:
Parah, Ribuan Data Penerima Vaksin Covid-19 Bocor

Tren ini diperkirakan akan berlanjut hingga 2021 karena wilayah tersebut terus berjuang melawan pandemi dan meluncurkan vaksin dalam fase yang berbeda.

Untuk mengantisipasi situasi ini, orang-orang seharusnya bersikap sangat skeptis terhadap email apa pun. Begitu juga dengan situs web yang baru terdaftar dengan tema COVID-19.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories