Baca Juga: Hooq Tawarkan Promo ‘Buy 1 Get 3’ Bagi Pelanggan IM3 Ooredoo
"Secara joking, saya bilang BRTI dan KPI harus gabung, karena sudah susah dipilah," kata Guntur usai konferensi pers kemitraan strategi dengan IM3 Ooredoo, di Jakarta, Senin (27/1/2020). Ia berpendapat, dengan seluruh konten convert ke digital, maka regulasi bukan lagi hanya ditinjau ulang melainkan disinkronisasi. "Bagaimana mau sensor pay tv (tv berlangganan) yang sistemnya real time? Makanya konsep seperti pay tv ini kita laksanakan di OTT sekarang, yaitu take down policy. Jadi kalau ada orang complain, (konten) kita turunkan. Kalau semua harus disensor, banyak yang gak tayang dong, gak real time," tutur Guntur. Wacana melebur BRTI dengan KPI sudah digaungkan sejak tahun 2012. Kedua lembaga tersebut digabung menjadi Komisi Multimedia. Seperti yang dilakukan di beberapa negara lain seperti Malaysia, Singapura maupun Australia. Sebelumnya, KPI segera mengupayakan aturan yang nantinya menjadi dasar hukum untuk pengawasan konten digital. Pengawasan dilakukan agar konten-konten yang berada di media digital layak tonton serta memiliki nilai edukasi, juga menjauhkan masyarakat dari konten berbau pornografi. Perlunya pengawasan media YouTube, Netflix, Facebook atau media sejenis juga karena pertimbangan sebagian besar masyarakat sudah beralih dari media konvensional televisi dan radio.