Pembayaran Cashless Masih Rendah, Apa Sebabnya?

Technologue.id, Jakarta – Penetrasi transaksi non-tunai (cashless) di masyarakat Indonesia memang belum terlampau tinggi. Publik masih terbiasa dengan transaksi menggunakan uang tunai daripada menggunakan uang elektronik maupun secara debit ataupun kredit.

Hal tersebut dipaparkan oleh President Director OVO, Adrian Suherman ketika mengumumkan kemitraan strategis dengan beberapa perusahaan penting di Indonesia: Bank Mandiri, Alfamart, Grab, dan Moka di Piazza, Jakarta, Kamis (05/07/2018).

“Dari keseluruhan transaksi, 90 persen orang Indonesia masih melakukan pembayaran secara cash, lalu 8-9 persen pakai kartu kredit atau debit, nah kurang dari 1 persen pakai cashless. Transaksi pembayaran cashless masih sangat rendah,” ujar Adrian.

Baca juga:

Dorong Cashless Society, OVO Kembangkan Konsep Open Ecosystem

Ia menilai banyak faktor yang menyebabkan kurangnya penerapan transaksi non-tunai di masyarakat.

“Behaviour masyarakat masih tunai, mereka merasa kalau pegang uang itu rasanya beda, padahal kalau pakai kartu kan bisa lebih cepat dan aman. Nah ini akan cukup berat mengubahnya, kita harus terus menerus melakukan edukasi,” jelas Adrian.

Baca juga:

Grab-OVO-MRT Jakarta Bangun Sistem Transportasi Terintegrasi

Selain melakukan edukasi dan sosialisasi, pihaknya di OVO juga terus menggandeng seluruh pihak, mulai dari perbankan hingga financial technology (fintech), guna membangun ekosistem digital payment yang solid. Strategi yang dilakukan, dengan cara menerapkan open ecosystem agar pengguna merasa nyaman memilih pembayaran berbasis digital.

Bicara kompetisi, OVO enggan membandingkan layanan serupa dari provider lain, terutama yang berasal dari industri fintech. Menurut Adrian, fintech atau penyedia layanan pembayaran digital, bukanlah rival yang harus bersaing merebut pasar non-tunai namun lebih kepada menggarap potensi pasar yang lebih besar.

Baca juga:

Makin Mudahkan Pengguna, DAMRI Jalin Kerja Sama dengan Grab dan OVO

“Perusahaan digital payment bukan saling berebut pemakai cashless yang kurang dari satu persen tadi. Tapi bagaimana caranya membawa 90 persen masyarakat Indonesia pengguna cash masuk ke digital payment,” ujarnya. “Caranya, kita harus membuka acceptance-nya. Memperluas acceptance payments.”

Recent Articles

Tiongkok Dominasi Penjualan Smartphone 5G Dunia

Technologue.id, Jakarta - Beragamnya merek dan varian smartphone asal Tiongkok membuatnya masih terus menguasai pangsa pasar bisnis terssebut di seluruh dunia. Bahkan,...

Tak Kunjung Hadir di Mata Najwa, Menkes Terawan Dibully Netizen

Technologue.id, Jakarta - Tidak hadirnya Menkes Terawan di acara Mata Najwa memantik reaksi netizen di media sosial Twitter. Hingga berita ini dimuat...

Jelang Peluncuran, Harga Google Pixel 5 Bocor

Technologue.id, Jakarta - Google baru saja mengungkap harga perangkat Pixel 5. Padahal, perangkat tersebut masih menunggu waktu untuk diluncurkan pada 30 September...

Perkenalkan, Galaxy A72 Smartphone 5 Kamera Pertama Samsung

Technologue.id, Jakarta - Perkembangan fitur kamera untuk smartphone beberapa tahun ini meningkat cukup pesat. Dimulai dengan kamera ganda, kini jumlah kamera utamanya...

Kode Pemrograman Windows XP Bocor!

Technologue.id, Jakarta - Windows XP merupakan salah satu sistem operasi tersukses yang pernah dibuat oleh Microsoft. Meskipun sudah banyak ditinggalkan para penggunanya...

Related Stories