Technologue.id, Jakarta – Tim Berners-Lee bukan orang sembarangan di industri teknologi. Ialah kreator World Wide Web di tahun 1991 silam. Bisa dibilang, kalau tidak ada pria kelahiran London itu, tidak akan ada pula Facebook, Google, Amazon, dan kawan-kawan.

Sebagai orang yang menginisiasi internet, wajar jika Berners-Lee resah dengan kondisi sekarang. Ia menilai perusahaan digital saat ini tidak menghormati data dan privasi penggunanya dengan baik.

Baca juga:

Jejak Pencarian Google Kini Lebih Mudah Dihapus

Untuk itu, melansir BusinessInsider.com (05/11/2018), Berners-Lee mendesak Google dan Facebook agar mau menyepakati prinsip-prinsip etika baru seputar data dan privasi dunia maya. Ia dan World Wide Web Foundation-nya berharap agar perusahaan digital mau berubah lewat kontrak baru ini, sembari berkonsolidasi dengan pemerintah dan masyarakat.

- Advertisement -

Secara fundamental, Berners-Lee ingin masyarakat dapat lebih mudah menggunakan internet secara gratis, tanpa harus “mengorbankan” data dan privasinya untuk korporasi. Untuk itu, keterlibatan pemerintah dalam mengatur internet agar lebih sehat ini dirasa sangat diperlukan.

Baca juga:

Apple, Google, dan Puluhan Perusahaan Teknologi Dukung Transgender di AS

“Kita memiliki masalah dengan privasi, penyalahgunaan data pribadi, orang dapat diprofilkan dengan cara yang dapat dimanipulasi oleh iklan pintar… (mereka dapat) dibawa ke situs di mana mereka dapat menemukan komunitas palsu dari orang-orang palsu dengan ide-ide palsu dan kebenaran palsu. Ada banyak masalah dengan web,” ujarnya.

Baca juga:

Sudah Diblokir, Situs Porno Ini Masih Sering Diakses Netizen Indonesia

Sebelumnya, Berners-Lee juga mengkritik langkah Facebook yang ingin memberikan layanan internet gratis lewat Free Basics. Program itu ia anggap sebagai kolonialisme digital, karena internet jadi dikelola satu dua perusahaan. Seharusnya, internet tidak dimonopoli atau terdesentralisasi.