Technologue.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang mempertimbangkan langkah untuk membatalkan pengakuan federal tentang hak-hak sipil warga transgender. Komunitas transgender diminta untuk menggenggam identitas gender yang ditentukan dari anatomi saat mereka dilahirkan.

Baca juga:

Samsung dan Apple Didenda Gara-gara Smartphone-nya Lemot

Pertimbangan penentuan jenis kelamin seseorang sejak lahir ini pun memicu protes tak hanya dari komunitas dan aktivis LGBT, tetapi juga perusahaan dan brand ternama. Di antara 50 lebih perusahaan tersebut, ada nama-nama yang tak asing di industri teknologi.

Baca juga:

Donald Trump “Rayu” Apple Agar Mau Pindahkan Pabriknya ke AS

Ya, Airbnb, Amazon, Apple, Facebook, Google, IBM, Intel, Microsoft, hingga Twitter dan Uber termasuk perusahaan-perusahaan yang menandatangi petisi penolakan itu. Menurut mereka, keanekaragaman adalah hal yang bagus untuk bisnis.

“Orang-orang transgender adalah bagian dari keluarga dan teman tercinta kami, juga bagian penting di tim kami. Apa yang membahayakan orang-orang transgender adalah hal yang membahayakan perusahaan kami juga,” begitu penjelasan di surat protes tersebut, seperti dikutip dari Engadget.com (01/11/2018).

Baca juga:

Pemerintah Amerika Serikat Investigasi Google, Ada Apa?

Ini bukan kali pertama perusahaan teknologi bersama-sama mengkritik pemerintahan Trump. Tahun 2017 lalu, misalnya, keputusan Trump yang menutup pintu AS untuk imigran di tujuh negara sangat disayangkan oleh perusahaan macam Apple dan Google. Mereka beralasan, perusahaan teknologi adalah perusahaan yang terbuka, tak peduli dengan latar belakang kewarganegaraan. Bahkan, pendiri sejumlah perusahaan teknologi yang ada sekarang tak sedikit yang merupakan imigran.