Baca Juga: XL Axiata Telah Cetak 750 SDM Unggul untuk Era Digital
Dian Siswarini, CEO & Presiden Direktur XL Axiata, mengakui bahwa sepanjang 2018 merupakan periode yang berat bagi industri telekomunikasi Indonesia. Pemain telco harus menghadapi penerapan registrasi kartu SIM prabayar dan persaingan harga yang ketat. Namun di tengah kondisi tersebut, XL Axiata berhasil mengungguli para kompetitor dan memperkuat posisi sebagai operator nomor 2 di Indonesia. "Hasil ini tidak terlepas dari konsistensi kami dalam menerapkan strategi menempatkan layanan data sebagai fokus utama pengembangan bisnis,” kata Dian. Saat ini XL Axiata memiliki total 54,9 juta pelanggan. Adapun pelanggan XL Axiata yang aktif menggunakan layanan data saat ini juga telah mencapai 82 persen dari total pelanggan.Baca Juga: XL Axiata Beri Edukasi Pemanfaatan Internet untuk Pendidikan Anak
Pencapaian ini membuat anak perusahaan Axiata itu mampu mengatasi dampak negatif dari penurunan layanan “legacy” SMS dan percakapan secara lebih baik daripada operator lain. Hal ini menjadi prestasi tersendiri karena operator lain merasakan dampak yang lebih berat dari penurunan kinerja kedua layanan warisan masa lalu tersebut. Dian menambahkan, di semester kedua, monetisasi layanan data yang XL Axiata lakukan menunjukkan hasil yang signifikan di tengah persaingan yang sangat ketat. Karena itu, XL Axiata akan terus melanjutkan monetisasi data lebih lanjut dengan asumsi kondisi industri tetap kondusif untuk melakukannya, guna membangun fondasi bisnis yang lebih berkesinambungan dan kuat untuk tahun 2019.