Technologue.id, Jakarta – Catatan penjualan Advan selama 2018 mengalami penurunan bila dibandingkan dengan pencapaian di tahun sebelumnya. Strategi Advan yang menjajal peruntungan di segmen harga di atas Rp 2 juta, ternyata belum sesuai harapan.

Alih-alih meninggalkan segmen pasar ini, Advan justru masih akan bertahan namun dengan strategi baru. Perusahaan bakal mengurangi perilisan ponsel di atas Rp 2 juta karena lebih fokus untuk menggarap kelas entry-level.

“Satu semester paling hanya ada 1 tipe yang di atas Rp 2 juta. Kalaupun ada, maksimal 2 tipe untuk tipe high-end. Harga di atas Rp 2 juta buat Advan itu sudah high end,” tutur Ellen Angerani Gunawan, GM Dept Sales Advan Indonesia, saat jumpa media, di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Baca Juga:
Advan Fokus Garap Ponsel Murah Tahun Ini

- Advertisement -

Namun Ellen belum membeberkan seri ponsel yang akan Advan luncurkan dalam periode awal 2019. “Dalam satu kuartal, minimal kami akan merilis dua produk baru,” imbuhnya.

Untuk target penjualan tahun ini, diharapkan naik 20 persen dari tahun 2018. Dengan begitu, Advan bisa mengamankan posisinya kembali di urutan lima besar vendor ponsel di Indonesia, menurut lembaga riset IDC.

Ellen menekankan betapa sulitnya mempertahankan untuk dalam posisi lima besar. Belum lagi serbuan smartphone yang merugikan prinsipal resmi.

“Ini merupakan pekerjaan rumah terberat Advan karena dalam dunia persilatan ini kalau meleng sedikit, itu naiknya (peringkat) susah, gaspolnya susah. Apalagi zaman sekarang banyak brand yang entah berantah datang dari mana, yang mungkin tidak bayar izin dan pajak ke pemerintah,” tandasnya.

Baca Juga:
Bantah Isu Pailit, Begini Kondisi Brand Advan Sebenarnya

Menyikapi persaingan bisnis ponsel saat ini, Advan akan terus menyediakan produk harga terjangkau yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kami akan persiapkan dari segala sisi. Kami tidak akan lari dari basic-nya Advan untuk membuat teknologi tidak mahal bagi masyarakat Indonesia. Produk yang kami keluarkan tentu mengikuti perkembangan zaman dan seimbang produknya sendiri,” ujar Ellen.