Technologue.id — Industri otomotif nasional menutup tahun 2025 dengan dinamika pasar yang sangat menarik. Pabrikan otomotif asal Tiongkok semakin memperkuat cengkeramannya di pasar kendaraan roda empat Indonesia. Data terbaru menunjukkan persaingan yang kian sengit antar merek China.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah merilis laporan penjualan periode Desember 2025. Laporan tersebut menyoroti kinerja positif dari sejumlah merek pendatang maupun pemain lama. Kinerja ini terlihat baik dari sisi wholesales maupun penjualan retail.
BYD kembali menjadi sorotan utama dalam peta persaingan ini. Raksasa teknologi asal Shenzhen tersebut sukses mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar. Mereka mencatatkan angka distribusi yang jauh melampaui para pesaingnya.
Pada bulan penutup tahun 2025, BYD mencatatkan distribusi wholesales sebesar 6.560 unit. Angka ini menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan secara tahunan. Sebagai perbandingan, pada Desember 2024, distribusi mereka hanya 1.563 unit.
Pertumbuhan masif ini menegaskan dominasi BYD di segmen kendaraan listrik nasional. Dari sisi penjualan retail, BYD juga membukukan angka yang mengesankan. Sebanyak 5.053 unit mobil berhasil dikirim ke tangan konsumen pada bulan tersebut.
Pencapaian retail ini menguat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Desember 2024, penjualan retail BYD tercatat sebanyak 2.310 unit. Konsistensi ini membawa BYD mencetak Rekor Penjualan baru sepanjang tahun.
Posisi kedua ditempati oleh Wuling yang terus menjaga stabilitas pasarnya. Pabrikan berlogo lima berlian ini mencatat wholesales sebanyak 3.223 unit. Angka ini relatif stabil jika dibandingkan dengan capaian Desember 2024.
Pada tahun sebelumnya, Wuling mendistribusikan 3.256 unit ke jaringan diler mereka. Meskipun tidak ada lonjakan drastis, Wuling tetap menjadi pemain kunci. Mereka memiliki basis konsumen yang loyal di pasar otomotif Tanah Air.
Penjualan retail Wuling pada Desember 2025 mencapai 3.101 unit. Jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan Desember 2024 yang tercatat 2.779 unit. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk Wuling masih cukup tinggi.
Di sisi lain, Aion muncul sebagai "kuda hitam" dengan pertumbuhan paling agresif. Merek ini berhasil mencuri perhatian konsumen dengan lonjakan penjualan yang fantastis. Kinerja Aion pada akhir 2025 sangat kontras dengan tahun sebelumnya.
Tercatat, wholesales Aion pada Desember 2025 menembus angka 1.674 unit. Padahal, pada Desember 2024, mereka hanya mendistribusikan 84 unit saja. Kenaikan berlipat ganda ini menandakan strategi pasar yang sangat efektif.
Penjualan retail Aion juga mengikuti tren positif yang sama. Mereka berhasil menjual 1.501 unit kepada konsumen pada bulan tersebut. Angka ini melesat jauh dari capaian retail Desember 2024 yang hanya 75 unit.
Baca Juga:
Peningkatan minat konsumen terhadap Aion mencerminkan pergeseran preferensi pasar. Mobil listrik besutan Aion kini semakin diperhitungkan sebagai alternatif utama. Kompetisi di segmen ini diprediksi akan semakin panas di tahun mendatang.
Selanjutnya, Chery terus menunjukkan performa yang konsisten di papan tengah. Merek ini mencatatkan angka wholesales sebesar 1.460 unit pada Desember 2025. Sementara itu, penjualan retail mereka berada di angka 1.414 unit.
Capaian Chery ini terbilang stabil jika disandingkan dengan data Desember 2024. Stabilitas ini menandakan bahwa Chery telah memiliki basis pasar yang kuat. Mereka berhasil membangun kepercayaan konsumen dalam waktu yang relatif singkat.
Kejutan lain datang dari merek premium Denza yang mulai meramaikan pasar. Merek yang belum hadir pada Desember 2024 ini langsung tancap gas. Kehadiran Denza menambah warna baru dalam persaingan mobil listrik kelas atas.
Denza membukukan wholesales sebanyak 298 unit pada bulan terakhir 2025. Penjualan retail mereka juga cukup baik untuk pendatang baru, yakni 246 unit. Angka ini menunjukkan potensi besar di segmen premium yang belum banyak tergarap.
Selain Denza, Jaecoo juga berhasil mencuri perhatian publik otomotif. Sebagai merek yang tergolong baru, Jaecoo langsung mencatat volume yang signifikan. Mereka tampaknya sangat serius menggarap pasar Indonesia.
Data Gaikindo mencatat wholesales Jaecoo mencapai 1.163 unit pada Desember 2025. Di sisi retail, mereka berhasil menjual 1.122 unit mobil. Namun, pengamat tetap memantau tren Penjualan Jaecoo ke depannya.
Beberapa merek lain juga menunjukkan pertumbuhan bertahap meski belum masif. Geely, misalnya, mencatatkan wholesales 404 unit dan retail 312 unit. Pertumbuhan ini menandakan strategi penetrasi pasar yang dilakukan secara hati-hati.
GWM (Great Wall Motor) juga terus memperbaiki posisinya di pasar nasional. Mereka mencatat distribusi pabrik ke diler sebanyak 178 unit. Sedangkan penjualan retail GWM tercatat sebanyak 183 unit pada periode yang sama.
Jetour turut meramaikan daftar dengan capaian yang cukup moderat. Merek ini mencatat wholesales 156 unit dan retail 140 unit. Meski angkanya belum besar, kehadiran mereka menambah variasi pilihan bagi konsumen Indonesia.
Namun, tidak semua merek Tiongkok menikmati bulan madu di akhir 2025. MG (Morris Garage) dan DFSK masih menghadapi tantangan berat. Kinerja penjualan mereka belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan secara tahunan.
MG mencatatkan penjualan retail sebanyak 208 unit pada Desember 2025. Angka ini memang naik dari 169 unit pada Desember 2024. Namun, jika dilihat dalam konteks tahunan, tren MG masih mengalami penurunan.
Nasib yang lebih memprihatinkan dialami oleh merek Neta. Penjualan mereka mengalami penurunan yang sangat drastis pada akhir tahun. Hal ini menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan merek tersebut di tengah gempuran kompetitor.
Neta hanya mampu mencatatkan penjualan retail sebanyak 2 unit saja pada Desember 2025. Padahal, pada Desember 2024, mereka masih bisa menjual 93 unit. Penurunan tajam ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen Neta.
Secara keseluruhan, pasar mobil Tiongkok di Indonesia semakin dinamis. Dominasi BYD yang menguasai Pasar EV Indonesia menjadi tantangan bagi merek lain. Tahun 2026 diprediksi akan menjadi ajang pembuktian siapa yang paling tangguh.