Perusahaan Sekelas Samsung “Miskin” Big Data untuk AI-nya

Ilustrasi Samsung (source: Samsung)

Technologue.id, Jakarta – Bixby datang terlambat. Padahal, mungkin di luar sana ada para peminat Galaxy S8 dan S8 Plus yang kepincut membeli flagship itu karena kehadiran asisten virtual bikinan Samsung tersebut, di samping kemampuan face recognition-nya maupun kamera utamanya yang mumpuni.

Dari laporan yang kami dengar, artificial intelligence yang setipe dengan Siri di iPhone atau Google Assistant itu baru akan tersedia dalam versi beta di Amerika Serikat dua bulan pasca Galaxy S8 dan S8 Plus dirilis resmi ke pasaran. Artinya, Bixby yang bisa berbicara dan memahami bahasa Inggris sampai sekarang belum tersedia untuk user duo ponsel premium itu secara luas.

Sebenarnya, apa yang membuat fitur suara Bixby dalam bahasa Inggris ini terlambat? Menurut seorang narasumber pada Korea Herald (04/07/17), penguasa pasar smartphone saat ini itu belum punya big data yang cukup lengkap untuk membuat AI tersebut tersedia dalam bahasa lain selain bahasa Korea.

Situasi tampak makin memburuk karena koordinasi tidak berlangsung lancar. Ada jurang pemisah secara geografis dan komunikasi, karena headquarter Samsung terletak di Korea Selatan, sementara tim riset mereka berada di California, AS. Alhasil, perlu lebih banyak waktu dan tenaga untuk saling berkoordinasi dalam menyempurnakan Bixby.

Apa pun masalahnya, sebenarnya Bixby punya kemampuan yang layak ditunggu. Dalam bahasa Korea saja, AI tersebut dinilai cukup apik performanya. Bahkan, Bixby bisa bernyanyi dan berbicara cepat ala rapper.

 

Baca juga:

Akhirnya, Bixby Bisa “Ngomong” Bahasa Inggris

Samsung: Bixby Lebih Pintar dari AI Mana Pun

Asisten Vitual Galaxy S8 Ternyata Bisa Ngerap, Beatbox, dan Mencela!