Jakarta, Technologue.id — Tren membaca buku digital terus meningkat, dan seiring berjalannya tahun 2026, pasar e-reader menghadirkan sejumlah pembaruan penting. Berbagai model baru telah diuji dan dibandingkan untuk menentukan perangkat mana yang paling layak dimiliki tahun ini. Mulai dari pembaruan lini Kindle hingga kehadiran alternatif dari Boox, berikut rangkuman terkini seputar perangkat pembaca buku elektronik.

Amazon pada 1 Oktober merilis koleksi Kindle dengan desain ulang. Setelah melalui pengujian, Kindle Paperwhite Signature Edition dinobatkan sebagai e-reader terbaik secara keseluruhan. Perangkat ini dinilai mampu menawarkan keseimbangan antara kualitas layar, kenyamanan membaca, dan integrasi layanan yang mumpuni.

Hingga September 2026, Boox Go 6 resmi masuk dalam daftar panduan sebagai alternatif Kindle terbaik. Sementara Kindle Paperwhite juga disebut sebagai pilihan tepat untuk dibawa ke pantai, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai yang terbaik secara keseluruhan. Untuk kebutuhan mendengarkan buku audio, Durobo Krono ditetapkan sebagai e-reader terbaik.

Harga menjadi salah satu pertimbangan utama saat memilih e-reader. Sayangnya, pada Agustus 2026 Amazon menaikkan harga lini Kindle-nya. Kini Kindle dasar dibanderol 149,99 dolar AS atau naik 40 dolar, sedangkan Kindle Paperwhite dijual 199,99 dolar AS dengan kenaikan serupa.

Meski begitu, hampir semua e-reader berada di rentang harga yang relatif sama. Kindle dan Kobo sama-sama mulai dari kisaran 149,99 hingga 159,99 dolar AS. Adapun Boox Picco yang berukuran mungil dibanderol hanya 109,99 dolar AS, menjadikannya salah satu opsi paling terjangkau.

Bagi yang menginginkan kemampuan menulis tangan, Kobo dan Boox menawarkan pilihan paling ramah kantong. Sebaliknya, lini Kindle Scribe harus ditebus mulai dari 500 dolar AS, jauh lebih mahal dibandingkan kompetitornya. Selisih harga ini menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang membutuhkan fungsi catatan digital.

Pada Juli 2026, Boox mengumumkan peluncuran e-reader seukuran saku bernama Picco. Setelah ajang IFA 2026, muncul rumor bahwa Boox Picco akan dirilis pada November 2026. Di bulan yang sama, Xteink juga merilis X4 Pro, e-reader mungil baru yang dilengkapi layar sentuh.

Sejumlah model lain turut diuji dalam penyusunan panduan ini. Remarkable PaperPro, misalnya, lebih cocok sebagai pembaca dokumen atau jurnal digital ketimbang e-reader. Pasalnya, file ePUB yang terkunci, seperti dari Libby, tidak dapat diakses di perangkat Remarkable, meski pengguna bisa membuka file melalui Google Drive, Dropbox, dan OneDrive.

Boox Go 7 juga mendapat catatan tersendiri. Meski berukuran sama dengan Kobo Libra atau Amazon Kindle, perangkat ini dinilai lambat dalam pemrosesan. Membaca file ePUB dari Libby mengharuskan pengguna mengunduh aplikasi Adobe Digital Editions, dan proses membuka serta menutup aplikasi terasa sangat lambat.

Tombol pembalik halaman pada Boox Go 7 bahkan dilaporkan tidak berfungsi pada unit yang diuji. Hal ini tentu mengecewakan, mengingat tombol tersebut menjadi salah satu daya tarik yang paling dinantikan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa spesifikasi di atas kertas belum tentu sejalan dengan performa nyata.

Berbeda dengan itu, Boox Palma 2 justru memberi kesan positif. E-reader seukuran telapak tangan ini memakai sistem Android terbuka, sehingga pengguna bebas mengunduh aplikasi bacaan apa pun dari Google Play Store, termasuk Libby, Kindle, dan Kobo. Namun sayangnya, Palma 2 sedang dihentikan produksinya dan ketersediaannya makin menipis.

Dalam daftar ini, Barnes & Noble Nook justru absen. Perangkat tersebut sebelumnya sempat masuk, tetapi setelah pengujian lebih lanjut, performanya dinilai terlalu lambat dibandingkan Kindle atau Kobo Libra. Memindahkan buku perpustakaan ke Nook juga disebut merepotkan karena harus melalui beberapa langkah, termasuk mengunduh ke komputer terlebih dahulu.

Satu-satunya nilai plus Nook adalah tombol di kedua sisinya yang memudahkan pembalik halaman. Meski demikian, perangkat ini tetap disarankan untuk dihindari kecuali pengguna merupakan pembeli setia buku Barnes & Noble. Kualitas pengalaman membaca yang mulus rupanya masih menjadi faktor penentu utama.

Setelah memiliki e-reader, langkah berikutnya adalah mengisi perangkat dengan buku, dan itu tidak selalu berarti harus mengeluarkan uang. Salah satu cara terbaik adalah memanfaatkan Libby, aplikasi yang terhubung dengan kartu perpustakaan untuk meminjam koleksi digital secara gratis. Baik Kobo maupun Kindle memiliki integrasi Libby yang dinilai sangat baik.

Cara lain untuk menambah koleksi bacaan adalah melalui acara Stuff Your Kindle Day. Event berdurasi 24 jam ini digagas para penulis dengan menawarkan buku berdiskon atau gratis. Selain itu, Project Gutenberg menyediakan lebih dari 75.000 buku domain publik yang bisa diunduh dan dibaca langsung di e-reader.

Dengan beragam pilihan yang tersedia, calon pembeli sebaiknya menyesuaikan perangkat dengan kebutuhan dan anggaran. Mulai dari Kindle yang serba praktis, Boox yang fleksibel, hingga akses gratis lewat Libby, ekosistem e-reader di 2026 kian matang. Pilihan yang tepat akan membuat kebiasaan membaca digital terasa lebih nyaman dan hemat.