Technologue.id, Jakarta – Sejak diluncurkan 2006 lalu, pengguna Twitter telah menekan agar dihadirkan fitur edit twitt pada platform tersebut. Namun sampai sekarang, Twitter tidak mengindahkan tuntutan penggunanya.

Dilansir dari The Verge (17/1/2020) bahkan dalam sebuah sesi tanya jawab melalui video dengan media Wired, CEO Twitter, Jack Dorsey menegaskan tidak akan ada fitur edit tweet di tahun 2020 ini. “Jawabannya adalah tidak,” ujar Dorsey.

Baca Juga:
16 Tahun Terpisah, Saudari Kembar Ini Dipertemukan Twitter

Hal yang senada juga diutarakan oleh Product Lead Twitter, Kayvon Beykpour yang mana ungkapan tersebut nampaknya hanya untuk menenangkan pengguna Twitter. “ini adalah fitur yang kami pikir harus dipertimbangkan, tapi itu bukan prioritas utama kami,” ujar Beykpour.

Keputusan Twitter untuk tidak menghadirkan fitur edit twitt dikatakan Dorsey merupakan jati diri asli Twitter. Ia mengatakan, “Kami berawal dari platform layanan SMS. Dan yang seperti kita tahu, ketika pesan SMS telah terkirim, Anda tidak dapat berbuat apa-apa akan hal itu. Kami ingin mempertahankan tradisi itu.”

Baca Juga:
Twitter Siapkan Fitur Baru untuk Cegah Bully

Meskipun begitu, Dorsey tidak menampik bahwa kehadiran fitur edit twitt akan memperbaiki kesalahan ketik, memperbaiki tautan yang salah. Namun ia justru khawatir jika menghadirkan fitur edit twitt malah akan digunakan untuk mengedit konten untuk menyebarkan informasi yang keliru.