Technologue.id, Jakarta – Aplikasi wearable gadget makin hari terbukti makin variatif. Tak cuma merekam aktivitas olah raga kita atau bisa dipakai menelepon, polisi di Tiongkok sudah memanfaatkannya untuk kebaikan bersama: mencari pelaku kriminal di tempat umum.

BusinessInsider.com (08/02/2018) melaporkan bahwa para polisi di stasiun kereta api di Zhengzhou, provinsi Henan, telah dipersenjatai dengan kacamata pintar yang mirip Google Glass. Wearable yang dikenalkan di awal 2018 tersebut bahkan sudah membantu pihak berwajib untuk mengidentifikasi tujuh penjahat yang sempat buron.

Baca Juga: 

Kacamata Pintar Buatan Intel Dirilis Tahun Ini?

- Advertisement -

Selain menangkap tujuh buronan, kacamata ini juga telah membantu kepolisian mencekal 26 orang yang memakai dokumen identitas palsu saat hendak bepergian. Hal ini tentu kian memperketat aturan yang sudah ada di China, yakni penumpang harus menggunakan dokumen identitasnya saat melakukan perjalanan di kereta, yang salah satu kegunaannya adalah untuk mencegah orang dengan hutang berlebih naik kereta berkecepatan tinggi.

Baca Juga: 

Ini Kacamata Augmented Reality yang Tak Bikin Pusing

Wu Fei, CEO LLVision Technology, menjelaskan kalau kacamata pintar buatan perusahaannya ini terhubung dengan database raksasa. Dalam pengujiannya, kacamata ini dapat mengidentifikasi lebih dari 10.000 data wajah yang ada di database-nya dalam 100 milisekon saja.

Baca Juga: 

Seperti Ini Kacamata Baca Pintar untuk Manula, Sepintar Apa?

Sayangnya, belum bisa dipastikan apakah produk besutan LLVision Technology ini akan diadopsi lebih luas, baik di China maupun di negara lain. Namun yang jelas, Tiongkok sedang menyeriusi teknologi face recognition. Di sana, sekarang sedang dikembangkan sistem yang mampu mengenali 1,3 miliar penduduknya dalam tiga detik saja.