Baca juga:
Bill Gates Angkat Bicara Soal Skandal Perusahaan Mark Zuckerberg
Melansir BusinessInsider.com (22/04/2018), jari tak bernyawa milik jenazah bernama Linus Phillip itu terpaksa disentuhkan dengan smartphone-nya karena pihak kepolisian kesulitan membuka gadget tersebut. Phillip sendiri ditembak mati oleh polisi karena ia berusaha kabur saat coba ditangkap dan hampir mencelakai aparat dengan mobilnya. Pria 30 tahun itu diduga terhubung dengan kasus peredaran obat terlarang dan kepolisian tengah mencoba menginvestigasi keterlibatan Phillip lebih dalam dan pihak-pihak yang terkait dengannya.Baca juga:
Dari Microsoft ke Grab, Ini Perusahaan Teknologi yang Rayakan Hari Kartini
Walaupun ada kepentingan positif di balik aksi tersebut, sejatinya peristiwa ini telah memicu pro dan kontra terkait perlakuan aparat terhadap jenazah dan efektivitasnya. Victoria Armstrong, tunangan Phillip, merasa pihak kepolisian telah menunjukkan sikap tidak sopan terhadap mendiang kekasihnya. Selain itu, cara tersebut juga mungkin saja tak berhasil, karena pemindai sidik jari di iPhone, misalnya, telah diketahui tak akan merespons sentuhan dari jari orang yang telah meninggal. Hal ini dikarenakan Touch ID pada iPhone tak cuma memindai sidik jari Anda, melainkan juga memanfaatkan listrik yang dialirkan tubuh seseorang untuk mengaktifkan sensor kapasitifnya. Selain itu, gelombang frekuensi radio dalam sensor iPhone juga tak akan bekerja, kecuali telah terdeteksi jaringan dalam raga yang masih bernyawa.Baca juga:
Rilis Bulan Depan, Seseru Apa Street Fighter 30th Anniversary Collection?
Menurut Anda, apakah yang telah dilakukan kepolisian Florida ini etis?