Technologue.id, Jakarta – Gempuran kuat dari merek ponsel Tiongkok di segmen menengah, memaksa vendor lokal seperti Advan untuk mencari celah potensi lain. Advan memutuskan kembali fokus bermain di pasar entry-level di tahun depan, di mana tidak sarat persaingan.

Keputusan ini diambil oleh Advan setelah menjalani tahun 2018 dengan hasil kurang mengesankan di pasar smartphone menengah. Dikatakan Tjandra Lianto, Direktur Marketing Advan, tren adanya brand turunan alias subbrand menambah kompetisi ini kian padat.

“Di 2018 ini banyak kejutan. Kita ingin membuat perangkat ke arah mid-range tapi kondisi belum mendukung karena brand global itu memiliki second brand yang mengincar segmen mid-end tersebut. Mau tidak mau kita harus merubah gaya pemasaran di Indonesia, kita mau memperkuat segmen entry-level kita di bawah harga satu juta Rupiah,” kata Tjandra saat acara silaturahmi dengan media, di Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Dengan meluncurkan ponsel low-end, nantinya Advan tidak akan ikut perang harga dan spesifikasi seperti marak dilakukan para kompetitor. Perusahaan akan memakai cara berbeda yaitu menawarkan paket bundling dengan operator telekomunikasi, sehingga bisa memberikan tambahan benefit.

Baca Juga:
Advan Hadirkan Paket Bundling Android Go, Gratis YouTube Setahun

- Advertisement -

Sementara itu, produk-produk untuk segmen akan tetap dihadirkan melalui seri G. Hanya saja tidak akan gencar seperti tahun ini. Balik lagi, Advan bakal fokus di segmen entry-level.

“Awalnya kita berpikir, entry-level kita ini sudah cukup strong. Makanya kita mencoba masuk ke mid-level. Ternyata dalam perjalanannya, mid-level ini banyak sekali pemain yang sedang fokus ke arah sana, sehingga kita perkuat fundamental terlebih dahulu. Bila sudah kuat, baru kita masuk lagi ke mid-range itu,” ucapnya.

Sepanjang 2019, Advan akan menyediakan setidaknya hingga lima model smartphone dan tiga tablet. Jumlah tersebut memang lebih sedikit dibandingkan tahun ini yang mencapai total 10 model yang terdiri dari lima model smartphone dan model tablet. Menurut Tjandra, meskipun lebih sedikit, namun variasinya akan lebih banyak.

Baca Juga:
Advan i6A, Amunisi Anyar Advan di Kelas Entry-Level

Untuk kategori ponsel pintar, perusahaan akan meluncurkan smartphone layar 5 inchi, 5,5 inchi, dan 6,0 inchi. Sementara untuk tablet, Advan bakal merilis produk layar 8 inchi. Mengingat fokusnya di entry-level, seri I kemungkinan akan lebih sering diluncurkan.

“Komposisi (peluncuran) antara smartphone dan tablet adalah 80 banding 20. Pasar tablet masih ada, kami yakin pangsa pasarnya masih ada,” katanya.

Hingga November 2018, penjualan produk Advan baru mencapai sekitar 4 juta sampai 4,5 juta unit. Tjandra mengakui adanya penurunan angka penjualan dibanding tahun lalu yang mencapai 7 juta unit.