Technologue.id, Jakarta – Tren industri teknologi mulai memasuki era keterhubungan antar perangkat atau Internet of Things (IoT), tak terkecuali di Indonesia. IoT bukan hanya sekedar tren saja, tapi juga akan membawa peluang bisnis yang besar di Indonesia.

Irza Suprapto, Direktur Asia IoT Business Platform mengatakan, sebagai sebuah negara yang berkembang, Indonesia memiliki potensi yang amat besar bagi bisnis IoT. Pertumbuhan teknologi yang pesat di Indonesia mendorong tingginya permintaan terhadap teknologi IoT.

“Kami sangat positif tentang perkembangan di Indonesia dan kami telah melihat langkah yang diambil oleh perusahaan lokal selama 2-3 tahun terakhir dalam membangun strategi digitalisasi yang terfokus. Supaya mereka bisa bersaing tidak hanya secara lokal tetapi juga regional,” ujar Irza, dalam media briefing Asia Internet of Things (IoT) Business Platform di Jakarta, Selasa (04/07/2018).

Baca juga:

Kejar IoT, Telkom Eksplorasi Tiga Teknologi Radio Akses

- Advertisement -

Lebih lanjut disebutkan, ketertarikan terhadap teknologi IoT cukup tinggi namun impelementasinya masih rendah. Karena itu penting bagi perusahaan untuk memahami berbagai tantangan yang dihadapi dalam menerapkan IoT dalam bisnis mereka. Menurut survei yang baru dilakukan oleh Asia IoT Business Platform, lebih dari 83 persen perusahaan besar dan organisasi lokal saat ini tengah mengeksplorasi atau berusaha menemukan solusi IoT yang bisa digunakan atau diterapkan. Namun hanya 5,1 persen yang melaporkan bahwa mereka mendapatkan manfaat dari penerapan IoT.

Kendati Indonesia memiliki potensi yang besar untuk bisnis IoT, namun di sisi lain, pengembangan IoT itu sendiri menghadapi banyak tantangan. Masalah biaya, security, sistem warisan, dan kompleksitas merupakan sejumlah hal utama yang menjadi tantangan utama dalam mengadopsi IoT.

Baca juga:

Modal Ventura Telkom Suntik Dana Startup Logistik E-commerce Asal Singapura

Di kesempatan acara yang sama, Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), menegaskan bahwa Kominfo terus mendorong tumbuhnya industri Information, Communication, and Telecommunication (ICT) di Indonesia. Sebagai regulator, Semmy-sapaan akrabnya, Kominfo mengemban dua tanggung jawab penting untuk mendorong pertumbuhan IoT.

“Tanggung jawab pertama, Kominfo harus memastikan infrastruktur melalui kinerja operator, misalnya (penyelenggaraan) 4G atau 5G, untuk mengakomodasi mesin, bukan manusia. Lalu, yang kedua, Kominfo menyediakan dari sisi teknologi atau elektronik. Dengan dua hal tersebut, Kominfo senantiasa menyusun dan menciptakan ekosistem nasional dalam rangka mendukung perkembangan industri,” katanya.

Baca juga:

Bisnis Co-working Space Terus Melaju, Regulasi Masih Gamang

Semmy memperkirakan, teknologi IoT akan semakin banyak digunakan. Untuk itu, perlu etika dalam menggunakan IoT dan juga memerhatikan rambu-rambunya.

“Hal ini penting untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen dan pelaku-pelaku IoT,” pungkasnya. “Bicara IoT, bicara juga perlindungan data pribadi. Karena IoT nanti akan banyak sekali menggunakan data.”

Menurutnya, saat ini Kominfo juga tengah menyusun kajian regulasi tentang IoT, di sisi konektivitas dan konten, serta terus mendukung pertumbuhan start-up IoT.