Potensi Merger, Tri Indonesia Tandatangani Mou dengan Indosat Ooredoo

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – CK Hutchison Holdings Ltd dan Ooredoo QPSC asal Qatar telah mendekati kesepakatan berkaitan dengan rencana konsolidasi operasi telekomunikasi dua anak usaha mereka di Indonesia, Hutchison Tri Indonesia dan Indosat Ooredoo.

Kedua raksasa telekomunikasi itu menyatakan telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang eksklusif, pada Senin (28/12) sebagai bagian dari konsolidasi untuk menghadapi persaingan di pasar terbesar di Asia Tenggara.

Kesepakatan tersebut menyangkut potensi merger PT Indosat yang terdaftar di Jakarta, di mana Ooredoo memiliki sekitar 65%, dan unit PT Hutchison 3 Indonesia milik CK Hutchison.

Baca Juga:
Musim Libur, Indosat Ooredoo Antisipasi Kenaikan Trafik Data

Masa eksklusivitas MoU tersebut berlaku hingga 30 April 2021, meskipun belum ada keputusan akhir yang dibuat tentang persyaratan kesepakatan atau apakah akan melanjutkan dengan kolaborasi. Bloomberg News (28/12) melaporkan pembicaraan kesepakatan telah terjadi pada 21 Desember lalu.

Potensi penggabungan kedua unit tersebut dapat memposisikan mitra baru dengan lebih baik untuk menghadapi pesaing yang lebih besar dari PT Telkom Indonesia milik negara, dan cabang lokal Axiata Group Bhd PT XL Axiata. CK Hutchison, konglomerat yang didirikan oleh orang terkaya di Hong Kong, Li Ka-shing, tahun lalu melakukan pendekatan awal untuk menggabungkan unit tersebut dengan XL, kata orang yang mengetahui masalah tersebut pada saat itu.

Telkom, XL, dan Indosat secara kolektif memperoleh 86% dari pendapatan seluler di Indonesia pada paruh pertama tahun 2020, menurut laporan oleh Fitch Ratings pada bulan November. Telkom memiliki sekitar 171 juta pengguna pada 2019.

Hutchison Asia Telecommunications, yang menampung bisnis telekomunikasi CK Hutchison di Indonesia, Vietnam dan Sri Lanka, memiliki sekitar 48,8 juta akun pelanggan aktif di tiga negara. Sementara Indosat mencatat sekitar 60,4 juta pada akhir September.

Baca Juga:
Sinyal Ngebut saat NARU 2021, Tri Indonesia Lakukan Optimalisasi Jaringan

Bisnis CK Hutchison yang berbasis di Hong Kong, mencakup pelabuhan, telekomunikasi, dan ritel, telah mengalami berbagai tantangan, mulai dari dilanda kerusuhan politik di dalam negeri, perselisihan perdagangan AS-China, dan akhir-akhir ini pandemi virus corona. Setelah melaporkan penurunan 29% dalam laba bersih selama paruh pertama, perusahaan juga mengalami penurunan laba pada bisnis inti di paruh kedua.

Akibat krisis keuangan tersebut, CK Hutchison pun mencari cara untuk menghemat uang dan mendapatkan nilai lebih dari aset grup. Bulan lalu, mereka setuju untuk menjual aset menara Eropa ke Cellnex Telecom SA Spanyol seharga 10 miliar euro ($ 12,2 miliar).

Indonesia menyumbang HK $ 3,95 miliar (atau sekitar Rp7 Triliun), atau 87% dari total pendapatan Hutch Asia dalam enam bulan pertama tahun 2020. Indonesia merupakan satu-satunya pasar telekomunikasi Hutchison Asia yang membukukan Ebitda positif dan sebagian besar mendorong pertumbuhan pengguna 7% perusahaan pada bulan pertama dalam setengah tahun ini.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi Technologue.id masih menunggu respon dari kedua belah pihak.

- Advertisement -

Latest News

Mantan petinggi Grab dan Tokopedia Galang Pendanaan US$5.6 Juta

Technologue.id, Jakarta - Wagely, sebuah platform kesejahteraan keuangan yang menawarkan Earned Wage Access (EWA) atau akses upah instan, mengumumkanpengumpulan pendanaan sebesar US$5,6...

Waduh, Server EA Kena Hack dan Curi Kode Penting Game!

Technologue.id, Jakarta - Server Electronic Arts (EA), perusahaan game besar dari Amerika Serikat, kena bobol peretas (hacker). Aksi itu diduga terjadi pada...

PUBG MOBILE Rilis Mode Baru “Traverse Insectoid”

Technologue.id, Jakarta - PUBG Mobile rilis mode baru bernama Traverse Insectoid. Di mode ini, pemain bakal ikut dalam pertempuran rudal dengan kondisi menyusut...

Inisiatif ‘Hyperlocal’ Tokopedia Dorong UMKM Palembang Raup Untung Ratusan Juta

Technologue.id, Jakarta - Inisiatif 'Hyperlocal' Tokopedia kian membawa dampak positif bagi pegiat usaha lokal di Indonesia. Pempek Cek Dung dan Pabrik Kerupuk...

Sony Luncurkan Drone Airpeak S1, Bisa Terbang Hingga 90 Km/Jam

Technologue.id, Jakarta - Sony resmi meluncurkan drone Airpeak pertamanya. Adalah Airpeak S1, drone ini ditujukan untuk pembuatan film profesional.

Related Stories