Technologue.id, Jakarta – Situs perbandingan harga Pricebook menerima pendanaan tahap keempat. Investasi dengan jumlah yang tidak disebutkan ini dipimpin oleh Mirai Creation Fund II (two) yang disponsori oleh Toyota Motor Corporation, Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan SPARX, serta diikuti oleh investor sebelumnya KLab Venture Partners Co., Ltd.

Dengan kucuran dana ini, Pricebook akan mempercepat integrasi O2O dengan 1000+ penjual offline melalui situs web dan media sosial seperti YouTube dan Instagram, bersamaan dengan perluasan cakupan penjual online.

Selain itu, Pricebook juga akan mengembangkan tim yang ada dan memberikan solusi pemasaran terintegrasi ke penyedia produk atau layanan dengan tujuan untuk menjadi go-to platform untuk semua calon pembeli dan penjual di Indonesia.

Baca Juga:
Modal Ventura Telkom Suntik Dana Startup Logistik E-commerce Asal Singapura

Pricebook adalah sebuah perusahaan yang menyediakan informasi ketersediaan produk di toko online dan offline yang dihimpun dalam website dan dikembangkan secara unik. Informasi yang dimiliki oleh Pricebook dibagikan melalui situs web dan media sosial, sehingga mampu membantu keputusan belanja jutaan orang setiap bulannya.

- Advertisement -

Dijelaskan Tomonori Tsuji, CEO Pricebook, konsumen online biasanya membeli berdasarkan data harga, sedangkan sebagian besar lainnya masih memilih untuk bertatap muka langsung dengan penjual/toko, sehingga tidak efisien.

“Itulah mengapa, selain menawarkan kemudahan bagi konsumen online melalu website Pricebook, kami juga menyediakan O2O Shopping Discovery Platform dengan menggunakan social media,” ujar Tsuji.

Baca Juga:
Rambah E-commerce, OVO Sediakan Opsi Pembayaran Nontunai di Tokopedia

Dengan pasar sebesar 270 juta penduduk, 140 juta pengguna internet, dan minat yang sangat tinggi pada perangkat seluler, Pricebook memberikan jawaban untuk berbagai kesulitan belanja yang mungkin dimiliki pembeli Indonesia. Cakupan produk utama di Pricebook adalah gadget dan elektronik seperti ponsel dan laptop.

Pricebook menawarkan informasi untuk membantu memilih produk berdasarkan pada basis data produk yang dibuat dengan spesifikasi, ulasan dari pengguna produk, dan artikel yang ditulis oleh jurnalis teknologi.

Bagi mereka yang memiliki shopping intent yang tinggi, startup asal Jepang ini menawarkan harga serta ketersediaannya di toko-toko online & offline. Termasuk pasar online seperti Tokopedia dan Bukalapak, dan juga penjual offline rekanan di pusat perbelanjaan elektronik seperti ITC Kuningan dan ITC Roxy Mas.

“Kunci utama dari perkembangan Pricebook adalah adaptasi terhadap perilaku online & offline dari konsumen. Selama beroperasi, Kami menyadari bahwa walaupun populasi pengguna internet di Indonesia sangat tinggi dan terus berkembang, jurang pemisah antara konsumen yang biasa belanja online dan yang biasa berbelanja offline, semakin lebar,” katanya.