Rayakan Ultah ke-5, Ini Target Baru Grab

Ilustrasi Grab (source: Grab)

Technologue.id, Jakarta – 5 Juni 2017 menandai tahun kelima Grab telah lahir dan beroperasi di tujuh negara di Asia Tenggara saat ini. Di usianya yang hampir setengah dekade ini, startup transportasi yang berkantor pusat di Singapura itu mengklaim telah banyak membawa dampak positif, dari menyejahterakan lebih dari 900 ribuan mitranya hingga melayani 2,5 juta perjalanan setiap harinya.

Seperti dilanjutkan dalam rilis pers yang redaksi terima (06/06/17), di tahun kelima ini mereka sudah punya beberapa target baru, salah satunya membumikan penggunaan GrabPay. Sistem pembayaran cashless itu tahun ini kian kuat setelah Grab mengakusisi layanan yang memudahkan masyarakat untuk berbelanja online tanpa kartu kredit atau rekening bank, Kudo.

Tanpa ragu, Grab optimistis kalau basis pengguna GrabPay diproyeksikan akan berlipat ganda setiap kuartal sampai akhir 2017. GrabPay Credits – yang merupakan pilihan pembayaran non-tunai, mirip seperti GoPay – telah tumbuh lebih dari 80 persen secara bulanan (month-on-month) sejak diluncurkan Desember 2016 lalu.

Ini menjadi bukti bahwa konsumen makin loyal dan tak ragu “menitipkan” uangnya ke platform pembayaran cashless Grab.

“Kami adalah kontributor aktif dalam upaya pemecahan masalah mendasar di Asia Tenggara: kemacetan, lapangan pekerjaan, kepercayaan dan akses terhadap ekonomi digital. Isu-isu ini mempengaruhi pertumbuhan ekonomi jangka panjang Asia Tenggara dan Grab sangat berkomitmen untuk berinvestasi di wilayah ini,” papar Anthony Tan, CEO dan Co-founder, Grab.

Imbuh Tan, cara signifikan yang memungkinkan untuk mengatasi sejumlah polemik yang sudah disebut di atas adalah dengan berfokus pada layanan sehari-hari yang penting bagi konsumen: jaringan transportasi yang lebih efisien dan akses yang lebih luas terhadap pembayaran non-tunai.

 

Baca juga:

Dukung Grab, Uber, dan Go-Jek, Netizen ‘Demo’

GrabShare Diluncurkan, Bisa Angkut 4 Penumpang Tujuan Searah

Grab: Kami Terharu