Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Reeracoen Gagas Layanan Gaji Prabayar Pertama di Indonesia
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Startup Reeracoen Indonesia menghadirkan layanan HRtech baru, yaitu "Ultratech", yang mampu membayar gaji di awal kepada karyawan berdasarkan kinerja dan skala gaji mereka. Dengan sistem ini perusahaan akan mendapat sejumlah benefit termasuk diantaranya tidak harus membuka rekening bank tambahan bagi karyawan, melakukan pengubahan sistem penggajian atau sistem SDM, serta tidak diperlukan pula beban kerja tambahan. Jika karyawan melakukan pengajuan Ultratech, mereka akan menerima gaji prabayar paling lambat satu hari kerja berikutnya. Karyawan dapat menggunakan layanan ini dengan mudah melalui smartphone, laptop, atau pun komputer.

Baca juga:

Startup Freelancer.com Tembus 30 Juta Pengguna Secara Global

Suryanto Wijaya, Presiden Direktur Reeracoen Indonesia, mengatakan tujuan startup ini adalah memberikan kontribusi bagi para karyawan di Indonesia dengan menciptakan lingkungan kerja yang sejahtera agar karyawan memiliki kinerja kerja yang lebih baik, juga untuk memudahkan masyarakat beraktivitas dengan layanan fintech. Suryanto mendirikan Reeracoen Indonesia pada tahun 2013 untuk menyediakan layanan perekrutan dan HRtech. Selama bertahun-tahun, beliau menemukan fakta bahwa terdapat banyak permintaan dari para karyawan yang mengajukan permintaan pembayaran gaji di depan karena kekurangan biaya hidup.

Baca juga:

Aplikasi Halal Incar Investasi Rp10 Miliar di Kompetisi Regional StartCon

Pada saat bersamaan, ada beberapa karyawan yang tidak dapat membayar kembali kepada perusahaan pemberi kerja mereka sehingga menimbulkan masalah dalam bisnis perusahaan pemberi kerja. Hal ini telah menjadi masalah sosial di Indonesia. Dalam hal ini, pemerintah juga berusaha mengatasinya dengan menerapkan beberapa kebijakan. "Misi Reeracoen Indonesia adalah ‘Resolve the society problem through (Human) with technology’. Kami ingin meningkatkan inklusi keuangan Indonesia melalui misi kami," ujarnya.

Baca juga:

Startup Ini Jembatani UKM Lokal Ekspor Produk ke China

Sejak tanggal peluncuran pada bulan Mei 2018, lebih dari 100 perusahaan dengan lebih dari 40.000 karyawan telah menggunakan layanan ini. “Kami berencana untuk memperluas pengguna kami hingga 100.000 dalam setahun,” tutur Suryanto.

SHARE:

Startup Think Policy Dorong Edukasi Politik Lewat Inisiasi Bijak Demokrasi

Start Up Jangjo Hadirkan Integrated Waste System Pertama di Jakarta