Reeracoen Gagas Layanan Gaji Prabayar Pertama di Indonesia

Technologue.id, Jakarta – Startup Reeracoen Indonesia menghadirkan layanan HRtech baru, yaitu “Ultratech”, yang mampu membayar gaji di awal kepada karyawan berdasarkan kinerja dan skala gaji mereka.

Dengan sistem ini perusahaan akan mendapat sejumlah benefit termasuk diantaranya tidak harus membuka rekening bank tambahan bagi karyawan, melakukan pengubahan sistem penggajian atau sistem SDM, serta tidak diperlukan pula beban kerja tambahan.

Jika karyawan melakukan pengajuan Ultratech, mereka akan menerima gaji prabayar paling lambat satu hari kerja berikutnya. Karyawan dapat menggunakan layanan ini dengan mudah melalui smartphone, laptop, atau pun komputer.

Baca juga:

Startup Freelancer.com Tembus 30 Juta Pengguna Secara Global

Suryanto Wijaya, Presiden Direktur Reeracoen Indonesia, mengatakan tujuan startup ini adalah memberikan kontribusi bagi para karyawan di Indonesia dengan menciptakan lingkungan kerja yang sejahtera agar karyawan memiliki kinerja kerja yang lebih baik, juga untuk memudahkan masyarakat beraktivitas dengan layanan fintech.

Suryanto mendirikan Reeracoen Indonesia pada tahun 2013 untuk menyediakan layanan perekrutan dan HRtech. Selama bertahun-tahun, beliau menemukan fakta bahwa terdapat banyak permintaan dari para karyawan yang mengajukan permintaan pembayaran gaji di depan karena kekurangan biaya hidup.

Baca juga:

Aplikasi Halal Incar Investasi Rp10 Miliar di Kompetisi Regional StartCon

Pada saat bersamaan, ada beberapa karyawan yang tidak dapat membayar kembali kepada perusahaan pemberi kerja mereka sehingga menimbulkan masalah dalam bisnis perusahaan pemberi kerja. Hal ini telah menjadi masalah sosial di Indonesia. Dalam hal ini, pemerintah juga berusaha mengatasinya dengan menerapkan beberapa kebijakan.

“Misi Reeracoen Indonesia adalah ‘Resolve the society problem through (Human) with technology’. Kami ingin meningkatkan inklusi keuangan Indonesia melalui misi kami,” ujarnya.

Baca juga:

Startup Ini Jembatani UKM Lokal Ekspor Produk ke China

Sejak tanggal peluncuran pada bulan Mei 2018, lebih dari 100 perusahaan dengan lebih dari 40.000 karyawan telah menggunakan layanan ini.

“Kami berencana untuk memperluas pengguna kami hingga 100.000 dalam setahun,” tutur Suryanto.

Latest News

M-Banking BCA Error, Warganet Keluhkan Lampu Indikator Merah Terus

Technologue.id, Jakarta - Warganet mengeluhkan aplikasi BCA mobile mereka bermasalah. Keluhan ini sudah menjadi perbincangan yang hangat sehingga menjadi topik terpopuler di...

5 TWS Kualitas Jempolan di 2020

Technologue.id, Jakarta - Industri perangkat True Wireless Stereo (TWS) semakin menggeliat di tahun 2020 ini. Beragam model dan fitur dari produsen berbeda...

Meroket Saat Pandemi, Jenius Pay Tambah Mitra Merchant

Technologue.id, Jakarta - Layanan pembayaran digital Jenius Pay mengalami peningkatan selama pandemi dan kondisi working from home (WFH). Jumlah...

Darkness Rises Bikin Event Gabungan Bareng For Honor Akhir Desember

Technologue.id, Jakarta - Darkness Rises, action RPG third person populer dari Nexon, bakal bikin event kolaborasi bareng For Honor dari Ubisoft pada...

Daftar Harga Geng iPhone 12 yang Dijual Resmi di Indonesia

Technologue.id, Jakarta - Seluruh jajaran smartphone iPhone generasi ke-12 sudah bisa dipesan mulai tanggal 11 Desember 2020 di Indonesia. Ada empat varian...

Related Stories