Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Ribuan Pembeli Tertipu iPhone 13 Pro Max Harga Rp1 Jutaan di Shopee
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Ribuan konsumen tertipu saat mencoba membeli iPhone 13 Pro Max lewat online shop dengan harga murah. Dalam tangkapan layar yang beredar di media sosial, diketahui lebih dari 4600 pembeli melakukan transaksi pembelian iPhone 13 Pro Max abal-abal di Shopee.

Bermaksud memiliki smartphone premium dengan harga murah, para konsumen justru mendapatkan smartphone entry-level berbasis Android.

Baca Juga:
Viral Wanita Tertipu Beli AC di Samsung Official Store Shopee, Ganti Rugi Cuma Rp 50 Ribu

Di marketplace yang sama, beberapa penjual terpantau menggunakan teknik pemasaran yang hampir sama. Yakni memajang desain iPhone 13 Pro Max sebagai "magnet" penjualan.

Tidak tanggung-tanggung ada yang berhasil mengecoh hingga lebih dari 700 orang. Seperti unggahan dari akun Twitter @txtdarionlshop.

Baca Juga:
Tertipu Akun Palsu Bank, Nasabah Ini Kehilangan Hampir Rp 100 juta

Pembeli terkecoh dengan gambar iPhone 13 Pro Max yang didesain oleh seller. Padahal jelas-jelas ditulis bahwa model smartphone tersebut adalah i13 Pro Max, dan bukan ponsel resmi keluaran terbaru Apple.

Di bagian deskripsi pun seller sebenarnya sudah mencantumkan informasi spesifikasi ponsel diantaranya nama model dan sistem operasi.

Netizen beranggapan, penjual tidak bermaksud menipu konsumen namun pembeli sendiri yang terjerumus dalam "perangkap" gambar akibat tidak teliti.

"Itulah pentingnya membaca deskripsi produk terlebih dulu," ujar @vhiey_naora

"Jelas terlulis "Phone i13 Pro max", bukan iPhone 13 pro max," sahut @ilhamnovryansah

"Bener sih kalo diliat teliti dia jual "Phone" bukan "iPhone". masalahnya orang kita itu gampang kalah sama nafsu walaupun ada rasa curiga," cuit @jnessy_

SHARE:

Masalah Lagi, Tesla Tunda Pengiriman Cybertruck ke Konsumen

Apple Ingin iPhone, Watch dan MacBook Pro Tampil Lebih Tipis