“Ada kekhawatiran yang sangat bisa dimengerti seputar teknologi ini,” kata Comyn. Ia menambahkan bahwa para pemimpin harus transparan dan komunikatif tentang langkah yang diambil.

Comyn juga melihat adanya peluang ekonomi bagi Australia dari perkembangan AI. Namun, ia mengingatkan bahwa keseimbangan antara inovasi dan dampak sosial harus dijaga.

Altman sendiri melihat potensi besar bagi Australia menjadi pusat data dunia. “Australia memiliki sumber daya alam dan energi bersih yang melimpah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Australia bisa menjadi salah satu dari sedikit tempat teratas di dunia untuk pengembangan pusat data. Keunggulan lain termasuk institusi yang stabil dan kemitraan geopolitik yang kuat.

Namun, pertanyaan besar tentang pendapatan AI masih belum terjawab. Altman mengakui bahwa OpenAI “kurang lebih benar” soal teknologi, tapi “cukup salah” soal implikasi sosial dan ekonomi.

“Perusahaan mulai mengadopsi AI dan mengeluarkan banyak uang. Pertanyaannya, di mana pendapatannya?” kata Altman. Ia optimistis jawabannya akan ditemukan seiring waktu.

Ia juga sebelumnya memprediksi bahwa AI akan menggantikan pekerjaan customer service. Namun, proses integrasi AI ke dalam kehidupan manusia tetap membutuhkan pendekatan yang hati-hati.

Altman menegaskan bahwa koneksi antarmanusia adalah elemen yang tidak bisa diabaikan. Meskipun AI terus berkembang, kebutuhan akan interaksi personal tetap menjadi prioritas utama.