Baca juga:
Samsung Siapkan Smartphone Bezel-less Murah, Ini Bocorannya
Performa perusahaan berumur 80 tahun itu pada Q4 2017 juga melengkapi penurunan performa Samsung di Tiongkok sedari Q1 2017. Tiga bulan pertama tahun lalu, pangsa pasar mereka sempat melebihi 3 persen, tetapi merosot menjadi 2,7 persen pada Q2, 2 persen pada Q3, dan kurang dari 1 persen pada Q4. Selain menderita di China, Samsung pun melemah di India. Posisinya sebagai vendor nomor satu di India selama enam tahun terakhir dikudeta oleh Xiaomi pada kuartal yang sama. Berada di posisi kedua, kini Samsung hanya punya market share 23,9 persen dari 26,2 persen pada kuartal sebelumnya.Baca juga:
Layar Lipat dan Bixby Jadi Andalan Samsung di 2018?
Walaupun masih menjadi jagoan di dunia, kewalahannya Samsung di dua pasar besar Asia ini perlu diwaspadai. Mungkin, Samsung perlu mempertimbangkan menurunkan price tag produk terbarunya tanpa mengurangi inovasi yang mereka hasilkan. Pasalnya, banderol tinggi pada perangkat baru ditengarai membuat konsumen beralih ke brand lain.Baca juga:
Ponsel Murah Samsung Bakal Bisa Hasilkan Foto Bokeh Layaknya Flagship
Selain itu, performa smartphone mid-range mereka yang standar tapi dibanderol tinggi juga tak lepas dari kritik para analis pasar. Segmen menengah ini, gadget Samsung disebut terus ditekan oleh brand lain macam Oppo, Vivo, Xiaomi, juga Huawei.