Baca Juga: Inikah Bentuk Samsung Galaxy Fold 2?
"Dan saya berfikir, intinya adalah kami menjual jutaan produk ini. Ini artinya, setidaknya ada satu juta orang yang ingin menggunakan produk yang seharga US$2.000 ini", kata Young Sohn, Presiden Samsung Electronic. Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa keberhasilan tersebut merupakan bagian dari sebuah proses yang sudah Samsung lewati berkat keberaniannya merilis smartphone. Pasalnya, Sohn berpendapat kalau Galaxy Fold tidak dirilis ke publik, mereka tidak akan menerima masukkan yang berharga.Baca Juga: Samsung Perluas Penjualan Galaxy Fold, Masuk Indonesia?
Perjalanan smartphone Galaxy Fold sendiri sudah cukup panjang. Berawal dari dipamerkan melalui ajang tahunan Mobile World Congress (MWC) 2019, lalu diluncurkan secara global pada April 2019. Namun setelah itu, terdapat masalah krusial, yakni layar yang mudah rusak. Setelah berhasil memperbaikinya, akhir September Samsung kembali merilisnya.