Technologue.id, Jakarta – Kebutuhan penggunaan ruang kerja bukan hanya berasal dari sektor formal saja, tapi juga datang dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Bedanya, dalam keperluan ruang kerja, banyak UMKM mulai mempercayai virtual office sebagai solusi beberapa tahun terakhir ini.

Dari market research yang dilakukan oleh startup penyedia ruang kerja, XWORK, hal ini didasari oleh harganya yang lebih bersahabat. Selain itu, para pelaku UMKM pun sudah mengerti akan konsep dari virtual office.

Baca juga:

Halodoc Bikin Fitur Percepat Waktu Pasien dalam Pengambilan Obat

William Budihardjo, Direktur XWORK, menjelaskan virtual office adalah sebuah jasa sewa ‘alamat kantor’, di mana klien menyewa alamat guna korespondensi surat dan penerimaan tamu. Klien tidak memiliki lokasi fisik, tapi memiliki alamat terdaftar yang tetap.

“Ini sangat berguna bagi mereka yang sifat pekerjaannya selalu berpindah, namun tetap ingin memiliki alamat untuk urusan surat-menyurat mereka,” kata William.

Baca juga:

Incar Wisman, JavaMifi Buka Gerai Resmi di Dua Bandara Indonesia

Para pengguna virtual office yang sekarang menggunakan XWORK masih didominasi oleh UMKM hingga startup yang masih dalam tahap yang sangat dini, atau usaha-usaha yang membutuhkan pekerjanya untuk berpindah-pindah. Dengan virtual office, mereka dapat menghemat anggaran sewa kantor secara signifikan hingga di atas 50 persen.

Dari manfaatnya yang dapat dirasakan banyak pihak hingga kesempatan baru yang dimungkinkan oleh cara kerjanya, virtual office telah berubah menjadi tren baru yang akan meningkat pesat 5 tahun ke depan. Ini karena konsep tersebut memungkinkan usaha-usaha UMKM dapat beroperasi dengan biaya yang lebih ringan. Banyak perusahaan baru akan muncul dan lebih terdorong untuk berkarya, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Baca juga:

Telkomsel Luncurkan Game MOBA Pertamanya, ShellFire

Kenaikan pertumbuhan UMKM dicatatkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian beberapa waktu lalu, dengan mengungkapkan bahwa peranan UMKM pada perekonomian nasional terhitung cukup besar, yakni mencapai lebih dari 90 persen dan penyerapan tenaga kerja mencapai 97 persen. UMKM pun berhasil menyumbang pertumbuhan terhadap Produk Domestik Bruto hingga 60,34 persen.