Technologue.id, Jakarta – Sequoia Capital kembali membuka peluang bagi startup Indonesia untuk bergabung dalam program Surge batch ketiga. Surge merupakan program akselerator untuk startup di tahap awal (early stage) yang membutuhkan dukungan dana hingga pelatihan dari founder profesional.

Sequoia India membuka pendaftaran Surge tahap ketiga yang dimulai sejak September lalu sampai pertengahan Januari 2020. Mereka berharap ada banyak partisipan asal Indonesia yang bisa bergabung di periode ini.

Baca Juga:
Terima Investasi Seri D, Zilingo Fokus Perkuat Teknologi

Untuk diketahui, Surge dibuka dua gelombang setiap satu tahun sekali. Setiap tahap penyelenggaraan program, Sequioa India bakal memilih 17-20 startup untuk berpartisipasi. Modal ventura itu akan mengalokasikan dana hingga US$ 2 juta (sekitar Rp 28,4 miliar) untuk setiap startup. Dari dua periode sepanjang tahun ini, Surge sudah mengantongi lima startup lokal.

“Sejauh ini kami punya lima startup Indonesia yang sudah diinvestasi melalui Surge,” kata Rajan Anandan, Managing Director Surge di Sequoia Capital, saat temu media, di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Dua startup Indonesia, yakni Bobobox dan Qoala mengikuti Surge periode pertama pada Januari lalu. Kemudian, tiga startup Tanah Air yaitu Chilibeli, Storie, dan Rukita ikut serta di tahap kedua pada Maret lalu.

Bahkan khusus Chilibeli dan Storie, perusahaan investor global itu telah menyalurkan dana sebelum keduanya meluncurkan produk ke pasaran.

Rajan mengatakan, program Surge dibuat atas dasar persoalan yang paling sering dihadapi early stage startup. Yaitu pendanaan, kesulitan merekrut talenta digital atau engineer, dan minim akses ke mentor.

“Kami melihat persoalan ini, dan kami betul-betul mendesain dan mengembangkan Surge sebagai program untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, baik dari segi pendanaan, mentorship, sampai membangun networking,” kata Rajan.

Rajan Anandan, Managing Director Surge di Sequoia Capital (Choiru Rizkia / Technologue.id)

Dijelaskan Rajan, ada dua kriteria startup yang bakal dipilih untuk berpartisipasi dalam program ini. Pertama, para founder yang hebat dan berambisi membangun perusahaan dalam skala yang besar. Kedua, pasar yang digarap luas.

Startup yang terpilih bakal mengikuti pelatihan selama lima bulan penuh. Mereka akan melalui lima sesi pelatihan di berbagai negara, mulai dari Singapura, India, China, hingga Amerika.

Baca Juga:
Arus Modal Investor Global Penting Bagi Kelangsungan Startup Digital

Lokasi pertama di Singapura, mereka akan mempelajari soal kepemimpinan, kerja sama tim, dan model bisnis. Selanjutnya di Bengalore, India, para founder startup akan dijejali pengetahuan mengenai teknologi baik berupa produk, engineering, sampai desain produk. Di sini, mereka juga akan dilatih merekrut talenta berkompeten.

Dari India, peserta Surge akan menjalani pelatihan terkait strategi bisnis dan model bisnis baru di Beijing, Tiongkok. Setelah itu, modul penting mengenai promosi, positioning, dan manajemen akan dijabarkan di San Francisco, Amerika Serikat (AS). Terakhir, kembali ke Singapura untuk mengejar pendanaan dan positioning.

“Jadi apa yang kami lakukan untuk startup kami adalah pada akhir lima bulan mereka siap untuk meningkatkan putaran pembiayaan selanjutnya. Kami mengundang sekitar 40 investor dari seri atas dan seri B di Asia Tenggara, India, China dan AS untuk datang ke Singapura dan kemudian kami mengadakan pertemuan empat mata dengan para Pendiri startup,” jelasnya.

Selama 48 tahun berdiri, Sequoia India telah berinvestasi di lebih dari 250 startup di India dan Asia Tenggara. Khusus di Indonesia, modal ventura itu menanamkan modal di lebih dari selusin perusahaan rintisan. Diantaranya Gojek, Traveloka, Tokopedia, hingga Kopi Kenangan.