Technologue.id, Jakarta – Di pasaran, selain laptop Apple, HP, Lenovo, hingga Asus, brand Toshiba termasuk yang diperhitungkan. Namun, perusahaan yang bermarkas di Tokyo itu ternyata telah menyerah menggarap sektor tersebut.

Awal bulan ini, Toshiba sudah sepakat untuk menjual bisnis notebook ke kompatriotnya, Sharp. Melansir Eweek.com (08/06/2018), Sharp disebut menyiapkan mahar sebesar US$36 juta (Rp500 miliaran). Sharp akan menguasai 80 persen saham bisnis notebook Toshiba.

Baca juga:

Selain ZTE, Vendor Smartphone Ini Juga Dicurigai Amerika Serikat

Strategi pasar ini cukup menarik, mengingat Sharp sebelumnya sudah menutup bisnis PC-nya pada tahun 2010 lalu. Sharp, yang kini menjadi bagian dari Foxconn – supplier komponen untuk gadget Apple, termasuk iPhone dan MacBook – pun disinyalir akan kembali ke pasar PC. Keunggulan yang mereka miliki sekarang adalah kemampuan untuk memproduksi perangkat dengan harga yang lebih rendah bersama Foxconn.

- Advertisement -

Baca juga:

Apakah Microsoft Induk yang Tepat untuk GitHub?

Di sisi lain, inilah akhir dari nama besar Toshiba. Perusahaan elektronik yang telah berdiri sejak 1939 itu sejatinya adalah pionir produsen PC tahun 1985. Seiring berjalannya waktu, Toshiba mulai mundur dari pasar konsumen bisnis.

Baca juga:

CEO Apple Pun Akui Kecanduan Gadget

Kondisi Toshiba memang sedang sulit. September lalu, mereka juga menjual bisnis chip-nya ke konsorsium yang dipimpin Bain Capital Private Equity. Padahal, Toshiba tecatat sebagai produsen memori chip NAND nomor dua terbesar di dunia.