Technologue.id, Jakarta – Efek domino dari perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok masih terus berlanjut, terlebih bagi Huawei. Namun hal tersebut tak membuat mereka kehilangan akal meski sudah resmi tak lagi boleh menggunakan sistem operasi Android.

Baca Juga:
Didepak Google, Huawei Garap Sistem Operasi Sendiri

Mengutip dari GSMArena (28/05/19), baru-baru ini, Huawei dilaporkan sudah mulai mendaftarkan sejumlah merek dagang pada 24 Mei 2019 lalu untuk sistem operasi barunya kepada EUIPO (European Union Intellectual Property Office).

Sejumlah merek dagang yang di daftarkannya adalah HUAWEI ARK OS, HUAWEI ARK, ARK dan ARK OS. Oleh karena itu, banyak yang memperkirakan bahwa Huawei akan menggunakan nama Ark OS untuk sistem operasi buatannya sendiri sebagai alternatif Android.

- Advertisement -

Baca Juga:
Huawei Mencoba Rujuk dengan Google

Hingga saat ini belum diketahui bagaimana pengembangan dari Ark OS buatan Huawei dan apa saja fiturnya. Namun belakangan, diketahui juga kalau kemungkinan Huawei bekerja sama dengan Aptoide untuk menyematkan sebuah toko aplikasi sebagai pengganti Play Store di dalam sistem operasi tersebut.

Sebelumnya, Huawei diketahui menggunakan nama Hongmeng OS sebagai sistem operasi pengganti Android. Diperkirakan, Hongmeng OS dengan Ark OS merupakan sistem operasi yang sama. Hanya saja, sebutkan “Hongmeng” hanya digunakan untuk kalangan internal mereka.