Baca Juga: Hooq Tawarkan Promo ‘Buy 1 Get 3’ Bagi Pelanggan IM3 Ooredoo
HOOQ mengatakan, saat ini dalam proses pengajuan ke bursa saham. Singtel sendiri memiliki 76,5% saham efektif tidak langsung di HOOQ. Dikutip dari The Strait Times, Rapat pemegang saham serta pertemuan kreditor akan berlangsung pada 13 April, pada Jumat (27/03). HOOQ menunjuk Lim Siew, Brendon Yeo Sau Jin, dan beberapa likuidator untuk mengawasi operasional untuk sementara. "Sejak perusahaan didirikan pada lima tahun lalu, perubahan signifikan telah terjadi di pasar video over-the-top (OTT) dan situasi persaingannya." Kata HOOQ.Baca Juga: Tahun Ini Google Tiadakan Perayaan April Mop
Manajemen HOOQ menambahkan, bahwa konten film dan televisi OTT disediakan melalui koneksi internet kecepatan tinggi daripada penyedia kabel atau satelit. "Penyedia konten global dan lokal semakin banyak, biaya konten tetap tinggi, dan permintaan konsumen semakin bertambah secara bertahap di tengah pilihan yang kian beragam. Akibat perubahan ini, model bisnis yang layak untuk platform distribusi OTT independen menjadi semakin terpojok. Dengan demikian, HOOQ tidak mampu berkembang untuk mengembalikan modal atau menutupi biaya konten yang meningkat dan biaya operasional yang berlanjut." tambahnya. Pengguna internet kecepatan tinggi memang berbiaya lebih murah ketimbang satelit. Model bisnis ini dijalankan oleh Netflix, Hulu, dan Disney Plus. Selain itu, banyak streaming film bajakan juga mengandalkan internet kecepatan tinggi.