Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Tari Rangkuk Alu dari Manggarai Flores Hiasi Google Doodle
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Kesenian tari dari Manggarai Flores yakni Tari Rangkuk Alu, menghiasi laman pencarian Google Doodle pada hari ini Senin 29 April 2024.

Google menampilkan logo yang berbeda dengan dominasi warna hijau pada huruf-hurufnya. Terlihat animasi berupa kaki seorang pemain Tari Rangkuk Alu sedang melompat-lompat menghindari jepitan dari bambu.

Dikutip dari portal Pemkab Manggarai Barat, dijelaskan bahwa Tari Rangkuk Alu ini awalnya merupakan sebuah permainan tradisional masyarakat Manggarai Folres. Dalam permaianan ini, bambu akan disusun dan dimainkan dengan cara diayunkan seperti menjepit oleh beberapa orang pemain.

Baca Juga:
Google Doodle Hari Bumi 2024 Pajang Progres Penanganan Perubahan Iklim

Salah satu atau dua dari pemain akan melompat-lompat menghindari jepitan dari bambu ini.

Pada saat melompat-lompat menghindari jepitan, para pemain seakan melakukan gerakan tari. Dari situlah awal terbentuknya dari gerakan dasar Tari Rangkuk Alu ini.

Gerakan para penari dan pemain bambu ini kemudian dipadukan dengan irama musik serta lagu daerah sehingga akan menghasilkan seni yang khas, yakni Tari Rangkuk Alu.

Dahulunya, tarian ini sering ditampilkan pada saat usai panen raya dan pada saat bulan purnama. Disaat itulah para remaja berkumpul dan juga meramaikan acara ini.

Dalam pertunjukannya, para remaja laki-laki maupun perempuan yang menjadi pemain tarian ini. Mereka mengenakan pakaian adat, seperti ikat kepala, baju bero, dan kain songket khas daerah Manggarai.

Baca Juga:
Google Doodle Peringati Hari Perempuan Sedunia 2024

Jumlah pemain dalam Tari Rangkuk Alu ini biasanya berjumlah 6 – 8 orang pemegang bambu dan beberapa orang menari secara bergantian.

Untuk memainkan bambu itu, seiring dengan irama musik dan lagu, sehingga gerakan para penari pun bisa tampak seirama.

Untuk gerakannya, sebenarnya berasal dari gerakan para penari saat menghindari jepitan bambu dengan gerakan kaki yang mendominasi.

Sebagai salah satu warisan budaya, Tari Rangkuk Alu juga ditampilkan di berbagai acara, mulai dari penyambutan tamu hingga festival sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya.

SHARE:

Garena Undawn Hadirkan Patch Baru, Ajak Pemain Taklukan Kegelapan di Stygian City

Gara-gara Ini, Kominfo Ancam Denda Platform Digital Sebesar Rp500 Juta