Technologue.id, Jakarta – Tentu masih lekat dalam ingatan saat pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kominfo, memblokir layanan Telegram di Tanah Air. Kini, layanan sosial messaging buatan Pavel Durov tersebut kembali menghadapi permasalah serupa di negara asalnya, Rusia.

Keamanan data pengguna memang menjadi nilai jual utama yang ditawarkan oleh Telegram. Pesan yang dienkripsi dengan baik membuatnya begitu sulit untuk disadap pihak-pihak yang tak berkepentingan. Namun ternyata, karena kelebihannya inilah pemerintah Rusia jadi gerah dan melarang layanan Telegram.

Baca juga:

Telegram Kini Makin Nge-pop, Ini Buktinya

Dilansir dari Ubergizmo.com (17/04/2018), pengadilan Rusia baru-baru ini telah menetapkan pemblokiran layanan Telegram di Rusia. Keputusan ini diambil setelah Telegram menolak memberikan “kunci” untuk mendekripsi pesan yang ada di Telegram.

Baca juga:

Ini Cara Mudah Download Foto dari Instagram Menggunakan Aplikasi Telegram

Layanan Keamanan Federal FSB Rusia mengklaim bahwa mereka memerlukan kunci-kunci itu untuk melacak pesan yang akan membantu mereka mencegah atau melindungi dari serangan teroris yang mungkin saja terjadi.

Baca juga:

Tak Banyak yang Tahu, Ini Cara Lakukan WA Call Tanpa Buka WhatsApp

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan tepatnya pelarangan ini akan diberlakukan. Ada kemungkinan Telegram akan lebih dulu mengajukan banding atas keputusan ini.