Baca juga:
Avast Luncurkan Smart Life, Perlindungan Khusus untuk Perangkat Internet of Things
Dengan platform analitik 4 dimensi ini, database di cloud bisa dianalisis secepat mungkin. 4D Analytics menggabungkan kapabilitas terutama data geospasial, temporal, dan time-series, sehingga membuat perangkat lebih pintar. Demikian penjelasan dari President Director Teradata Indonesia, Erwin Sukito. Ia mencontohkan, salah satu industri yang memanfaatkan teknologi ini misalkan berasal dari sektor asuransi. Dengan digital, perusahaan bisa melihat atau menganalisa policyholder (calon pemohon asuransi) sehingga layanan perusahaan bakal tepat sasaran.Baca juga:
Amankan Ekosistem IoT, Ini Peran Operator Telco Dalam Melindungi Smart Home
"Profiling pelanggan akan lebih cepat. Cara perusahaan scoring bukan pakai data lagi. Perusahaan bisa melihat time series," ujar Erwin, saat mengumumkan Teradata 4D Analytics, hari ini (10/07/2018), di Jakarta. Bagi Anda yang belum familiar mendengar istilah ini, time series adalah sebuah rangkaian titik data yang dikumpulkan pada interval yang menunjukkan aktivitas dan perubahan pada waktu. Data time series ini sangat berguna bagi pengambil keputusan untuk memperkirakan kejadian di masa yang akan datang.Baca juga:
Selain untuk bisnis asuransi, 4D Analytics juga dapat digunakan di berbagai bidang seperti industri otomotif, salah satunya untuk keamanan transportasi. Teknologi ini akan mempelajari data sensor dari armada kendaraan dan menganalisis data dari masing-masing mobil untuk memahami perbedaan antara kecelakaan dan nyaris kecelakaan. Dengan begitu, membuat semua mobil menjadi lebih aman. Sementara itu, teknologi ini juga sudah diadopsi di sektor pemerintahan, salah satunya di Direktorat Jenderal Pajak. Erwin menuturkan, 4D Analytics dimanfaatkan untuk tracking membayar pajak.