Tips Menghadapi Bencana Banjir

Technologue.id, Jakarta – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek saat malam pergantian tahun baru meninggalkan dampak yang sangat besar. Banjir kembali merendam hampir seluruh wilayah ibukota Indonesia.

Sebagaimana pepatah mengatakan sedia payung sebelum hujan, berikut adalah tips menghadapi bencana banjir dari nationalgeographic.com.

Sebelum banjir
– Hindari membangun gedung di daerah rawan banjir
– Membangun penghambat seperti tanggul, tembok, dan sejenisnya untuk menghalau banjir memasuki rumah.
– Lapisi dinding di ruang bawah tanah dengan cat anti air untuk menghindari rembesan.
– Tetap siaga dan selalu mencari informasi terbaru mengenai banjir.

Saat banjir
– Bersiaplah! Masukkan semua barang-barang penting yang akan Anda butuhkan selama di pengungsian.
– Jika Anda disarankan untuk mengevakuasi rumah Anda, segera lakukan.
– Jika ada kemungkinan banjir bandang, segera pindah ke tempat yang lebih tinggi.
– Pindahkan barang-barang penting ke lantai atas.
– Matikan aliran listrik di rumah dan lepas peralatan listrik yang masih menempel.
– Hindari berjalan di genangan air yang tinggi karena bisa melukai Anda.

Setelah banjir
– Hindari memakai air genangan banjir karena rawan terkontaminasi oleh minyak, bensin, atau limbah.
– Kembalilah ke rumah jika pemerintah setempat telah menginstruksikannya.
– Pastikan selalu berada di luar bangunan ketika bangunan tersebut dikepung air.
– Bersihkan sisa lumpur dan barang-barang yang terkena banjir sebab berisiko berisi limbah dan bahan kimia.

Selalu ingat bahwa setelah banjir surut, sampah yang hanyut, kotoran lumpur, dan genangan air masih ada di sekitar rumah. Berbagai penyakit bisa berjangkit, terutama disebabkan oleh air yang kotor, cara hidup tidak sehat, dan binatang seperti lalat, nyamuk, dan tikus. Jenis penyakit yang sering berjangkit antara lain: batuk dan pilek, Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA), flu, penyakit kulit, diare dan muntaber, demam berdarah, dan leptospirosis.