Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Toyota dan Stellantis Tinggalkan Tesla EU CO2 Pool 2026
SHARE:

Genzone.id – Toyota dan Stellantis resmi menarik diri dari Tesla EU CO2 pool untuk tahun 2026. Langkah strategis ini tercatat dalam dokumen pengajuan Uni Eropa yang baru saja dipublikasikan.

Keputusan tersebut secara efektif menghilangkan dua kontributor keuangan terbesar Tesla dalam kesepakatan pembagian emisi karbon di Eropa. Meskipun demikian, pabrikan lain seperti Ford, Honda, Mazda, dan Suzuki masih tercatat bertahan sebagai anggota aktif dalam kelompok tersebut.

Dampak Finansial Bagi Tesla

Tesla selama ini menjadi penopang utama dalam pool emisi Eropa karena secara eksklusif hanya menjual kendaraan listrik baterai. Aturan Uni Eropa memungkinkan pabrikan yang gagal memenuhi target CO2 armada secara mandiri untuk bergabung dengan pabrikan rendah emisi.

Analis UBS memperkirakan bahwa pengaturan ini telah menghasilkan pendapatan lebih dari €1 miliar untuk Tesla di Eropa selama tahun 2025 saja. Angka fantastis tersebut dicapai ketika pool masih mencakup raksasa otomotif seperti Toyota, Stellantis, dan beberapa pabrikan lainnya.

Sistem ini mengharuskan anggota pool membayar sejumlah besar uang kepada Tesla sebagai kompensasi atas hak istimewa penggabungan emisi. Namun, dengan keluarnya dua penyumbang dana terbesar, aliran pendapatan pasif Tesla diprediksi akan mengalami penurunan signifikan.

Strategi Kemandirian Toyota

Keluarnya Toyota dari kesepakatan ini mencerminkan lintasan perusahaan menuju kemandirian dalam memenuhi standar emisi yang ketat. Pabrikan asal Jepang ini telah melakukan upaya bertahap namun pasti untuk merangkul elektrifikasi secara lebih luas.

Toyota selama ini mempertahankan portofolio besar yang mencakup opsi hibrida dan listrik untuk pasar Eropa yang kompetitif. Meski sempat terkesan ragu untuk beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik baterai (EV), strategi mereka kini mulai membuahkan hasil positif.

Lini kendaraan listrik Toyota berkembang cukup pesat, salah satunya dengan kehadiran Urban Cruiser yang kini mulai memadati ruang pamer Eropa. Selain itu, model bZ4X berhasil mencapai puncak grafik penjualan EV di Denmark pada bulan Februari lalu.

Perusahaan diperkirakan akan memenuhi target emisi tahun 2025 sebesar 96,3 gram CO2 per kilometer dengan angka yang hampir tepat. Di sisi lain, Toyota bersama Hyundai tetap mempertahankan investasi pada mobilitas hidrogen meskipun minat pasar global sedang menurun.

Langkah Baru Stellantis

Stellantis memiliki rasionalisasi yang berbeda dibandingkan Toyota dalam keputusan penarikan diri dari pool Tesla ini. Grup otomotif ini sebenarnya meleset dari target CO2 tahun 2025 sekitar enam gram per kilometer.

Namun, Stellantis kini memiliki kebebasan untuk membentuk pool emisi sendiri bersama mitra strategis mereka, Leapmotor. Saat ini, Stellantis memegang kepemilikan saham sebesar 51% di pabrikan otomotif asal Tiongkok tersebut.

Leapmotor tercatat telah mengirimkan lebih dari 17.000 kendaraan di Eropa pada kuartal keempat tahun 2025 saja. Selain itu, produksi lokal akan dimulai di fasilitas Stellantis di Zaragoza, Spanyol, pada kuartal akhir tahun 2026.

Pengaturan baru ini memberikan Stellantis cakupan CO2 Eropa yang memadai tanpa perlu bergantung pada Tesla. Hal ini menghilangkan kewajiban membayar biaya akses pool yang mahal kepada perusahaan milik Elon Musk tersebut.

Tantangan Pendapatan Global Tesla

Sayangnya bagi Tesla, pendapatan dari kredit regulasi kini menghadapi tekanan berat di kedua sisi Atlantik. Di Amerika Serikat, penghapusan pasar kredit emisi diperkirakan merugikan Tesla dengan estimasi kehilangan pendapatan mencapai US$1,4 miliar.

Perusahaan juga harus berhadapan dengan hilangnya kredit pajak EV federal yang bernilai hingga US$7.500 per kendaraan. Situasi kebijakan ini menyebabkan permintaan domestik di Amerika Serikat mengalami kemunduran yang cukup besar.

Secara global, pendapatan kredit Tesla turun 28% pada tahun 2025 menjadi sekitar US$2 miliar, turun dari rekor US$2,76 miliar pada 2024. Meski demikian, keputusan pool UE masih bisa direvisi hingga 1 Desember jika posisi emisi pabrikan memburuk di pertengahan tahun.

SHARE:

Google Kena Gugat, Chatbot Gemini AI Diduga Picu Bunuh Diri

Bill Gates Bangun Reaktor Nuklir Baru TerraPower