HomeInternete-CommerceTraveloka Manfaatkan Cloud Gali Insight Pengguna

Traveloka Manfaatkan Cloud Gali Insight Pengguna

Technologue.id, Jakarta – Transformasi Traveloka menjadi lifestyle super-app mengharuskan sistem IT perusahaan semakin lincah. Pemanfaatan cloud sejak pertama didirikan pada tahun 2012 pun diandalkan untuk mengatur penggunaan kapasitas infrastruktur IT sesuai dengan tingkat pertumbuhan bisnis.

Ray Frederick, Chief Technology Officer Traveloka menjelaskan bahwa perusahaan mengaplikasikan teknologi cloud dalam dua bidang.

“Yang pertama adalah bagaimana menggunakan data untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pengguna kami. Sementara, yang kedua adalah bagaimana menggabungkan penggunaan teknologi dan data tersebut untuk bereksperimen, berinovasi, dan memenuhi kebutuhan pelanggan kami dengan cepat. Lebih canggih lagi, teknologi bahkan juga bisa digunakan untuk melihat bagaimana proyeksi perubahan kebutuhan pelanggan ke depannya,” sebut Ray, dalam sesi konferensi pers online, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga:
Traveloka Epic Sale 2021 Peroleh Order Lebih Tinggi di Periode 2

Ray mengatakan bahwa pandemi bukan hanya membawa tantangan dalam bekerja, namun juga terhadap model bisnis Traveloka sendiri. Inovasi menjadi sebuah keniscayaan, bukan pilihan.

Penjadwalan tes COVID-19, layanan pesan-antar makanan Traveloka Eats, layanan pariwisata virtual Online Xperience, merambah ke bisnis gaming, dan penyelenggaraan Traveloka Epic Sale (diadakan minggu lalu) yang bekerja sama dengan 54 ribu mitra adalah segelintir contoh inovasi produk dan layanan yang dilakukan oleh Traveloka.

“Semua ini didasari layanan cloud,” jelasnya.

Sebagai contoh, perusahaan menggunakan teknologi serverless AWS Lambda dan AWS Fargate untuk Traveloka Eats guna menjawab banyaknya permintaan yang terkonsentrasi pada jam-jam makan tertentu saja. Kemudian, di luar waktu sarapan, makan siang, dan makan malam, Traveloka dapat melakukan scaling down atau menurunkan kapasitas agar pengeluaran dapat ditekan.

Selain serverless, Traveloka juga menggunakan teknologi machine learning.

“Kami melihat bahwa machine learning menjadi semakin terdemokratisasi dan mudah digunakan berkat AWS. Bukan hanya tim IT dan engineer yang dapat menggunakannya, namun semua tim dari seluruh divisi dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk mempelajari pengguna kami,” Ray menambahkan.

“Selain keahlian tentang teknologi dan arsitektur teknologi itu sendiri, kami merasa bahwa tim AWS juga diperlengkapi dengan pemahaman akan industri yang mendalam. Mereka membantu kami menentukan, apakah strategi teknologi yang kami rancang sudah sejalan dengan target-target bisnis perusahaan,” pungkasnya.

Baca Juga:
Kelola Ekosistem Secara Digital, Sayurbox Andalkan Teknologi Cloud AWS

Sekadar informasi, AWS akan meluncurkan AWS Asia Pacific (Jakarta) Region pada akhir 2021 atau awal 2022. AWS Asia Pacific (Jakarta) Region terdiri dari tiga availability zone atau zona ketersediaan, yang masing-masing memiliki pula satu atau lebih pusat data. Ini merupakan Region kesembilan di Asia Pasifik dan kedua di Asia Tenggara setelah Singapura.

“Maka, kami sangat gembira mendengar kabar bahwa AWS Asia Pacific (Jakarta) Region akan diluncurkan dalam waktu dekat. Kedekatan infrastruktur AWS dengan pelanggannya sekaligus end user akan memperkokoh transformasi digital yang menyeluruh di semua sektor,” tutupnya.

- Advertisement -

Berita Lainnya

See More