Baca juga:
Telegram Dilarang di Negara Asalnya, Kenapa?
Selain Mauritania, sebagian atau bahkan seluruh warga Sierra Leone juga diramalkan mengalami hal serupa. Ada pula negara lain yang layanan internetnya terganggu, antara lain Senegal, Pantai Gading, dan Liberia. Kabel sepanjang 17 ribu km itu sejatinya menyuplai koneksi internet untuk 22 negara, dari Prancis, Portugal, sampai Afrika Selatan. Namun, yang paling terdampak adalah Mauritania.Baca juga:
Xiaomi Siap Jadi Perusahaan Publik, Berapa Valuasi Mereka?
[caption id="attachment_31741" align="alignnone" width="673"]
Ilustrasi jaringan kabel internet bawah laut yang menghubungkan Eropa dan pesisir Afrika (source: Dyn.com)[/caption]
"Gangguan yang paling signifikan dan paling lama terdapat di Mauritania, dengan tertutupnya jaringan yang berlangsung selama hampir 48 jam, belum termasuk dengan pemulihan konektivitas parsial," jelas David Belson dari Dyn, perusahaan infrastruktur web subsider Oracle.
Baca juga:
Refarming Kelar Lebih Cepat, Menkominfo Apresiasi Para Operator Seluler
Peristiwa ini sendiri termasuk langka, karena dalam lima tahun terakhir, tak ada gangguan internet secara signifikan di kawasan tersebut. Pemerintah Sierra Leone diduga sebagai pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa ini. Disinyalir, mereka sengaja memutus kabel tersebut agar masyarakatnya tak dapat secara leluasa mengakses internet dan mempengaruhi pendirian mereka dalam pemilu di sana. Di sisi lain, ada juga rumor yang berembus bahwa Rusia terlibat dalam sabotase ini.