Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Sering Salah Pesan, McDonald's Setop Layanan Drive-Thru AI
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - McDonald's baru saja menghentikan teknologi AI pada fitur drive-thru dilebih dari 100 restoran di Amerika. Hal ini karena video yang memperlihatkan kelemahan teknologi AI pada drive-thru McDonald's yang viral pada 2023.

Dalam video tersebut, pelanggan drive-thru sangat kesulitan menggunakan Automated Order Taker. Sejumlah pelanggan juga menyebutkan teknologi itu mengacaukan pesanan mereka, hingga membuatnya kesal dan frustasi.

Baca Juga:
Xiaomi Buka Lowongan Kerja untuk Proyek Mobil Bertenaga Hybrid

Sebagai contoh, ada seorang wanita yang memesan air dan secangkir es krim vanila. Sistem AI yang mencatat pesanan tersebut kemudian secara acak menambahkan pesanan berupa empat paket saus tomat dan tiga paket mentega.

Seperti diketahui, McDonald's tengah berkolaborasi dengan IBM pada 2021 untuk mengembangkan perangkat lunak AI yang kemudian dikenalkan kepada konsumen di tahun yang sama. Kedua perusahaan menyebarkan teknologi ini selama masa pengujian.

CEO McDonald's, Chris Kempczinski mengatakan bahwa teknologi AI berupa pengenalan suara cukup akuran yakni 85%. Tetapi, staf manusia harus membantu 1 dari 5 paket makanan yang dipesan. Namun, teknologi ini ternyata belum sepenuhnya sempurna hingga akhirnya muncul sejumlah video yang viral.

Baca Juga:
Masalah Lagi, Tesla Tunda Pengiriman Cybertruck ke Konsumen

Saat ini, kemitraan McDonald's dengan IBM pada Automated Order Taker telah berakhir. Kendati demikian, perusahaan makanan tersebut akan terus mengeksplorasi teknologi yang bisa meringankan beban para pekerjanya.

"Kami yaki, solusi pemesanan suara untuk drive-thru akan menjadi bagian dari masa depan restoran kami, meskipun kolaborasi dengan IBM sudah berakhir," kata McDonald's.

SHARE:

Cegah Serangan Ransomware, Ini yang Perlu Diperhatikan Pemerintah

Berkali-kali Diserang Hacker, Apakah Pemerintah Akan Lebih Aware?