Technologue.idJakarta - Adobe mengambil langkah besar menjelang transisi kepemimpinan. CEO Shantanu Narayen mengumumkan akan mundur setelah penggantinya ditunjuk, sekaligus memperkenalkan salah satu inisiatif strategis terakhirnya yaitu kemitraan besar dengan Nvidia untuk membangun generasi berikutnya dari platform AI kreatif Adobe Firefly.

Kolaborasi ini menandai babak baru dalam evolusi AI generatif di industri kreatif dan marketing.

Adobe Firefly adalah platform AI generatif yang memungkinkan pengguna membuat konten visual, video, audio, hingga desain hanya dari perintah teks. Selain model internal Adobe, Firefly juga mengintegrasikan teknologi dari pihak ketiga seperti Google dan OpenAI.

Dengan pendekatan ini, Firefly menjadi salah satu ekosistem AI kreatif paling lengkap saat ini.

Kemitraan baru ini akan menghadirkan integrasi mendalam teknologi Nvidia ke dalam Firefly, termasuk CUDA-X untuk komputasi AI berperforma tinggi, model AI seperti Nvidia Cosmos, dan infrastruktur dan toolkit untuk AI agen.

Integrasi ini bertujuan mempercepat pemrosesan, meningkatkan kualitas output, serta membuka kemampuan baru dalam pembuatan konten otomatis.

Salah satu inovasi paling menarik adalah hadirnya solusi kembaran digital (digital twin) 3D berbasis cloud.

Teknologi ini memungkinkan brand membuat replika virtual produk secara akurat yang bisa langsung digunakan untuk iklan visual, video promosi, dan konten digital tanpa perlu pemotretan fisik.

Pendekatan ini berpotensi memangkas biaya produksi sekaligus mempercepat proses kampanye pemasaran.

Teknologi Nvidia akan disematkan ke berbagai produk utama Adobe, termasuk Adobe Photosho, Adobe Premiere Pro, Adobe Acrobat, Frame.io, Firefly Foundry, GenStudio, dan Experience Platform

Artinya, AI tidak lagi menjadi fitur tambahan, tetapi menjadi inti dari seluruh ekosistem Adobe.

Menurut Shantanu Narayen, kemitraan ini bertujuan menciptakan ulang alur kerja kreatif dan pemasaran dengan AI yang terkontrol dan siap untuk skala enterprise.

Sementara itu, CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan bahwa AI kini memungkinkan setiap industri mendefinisikan ulang batas kreativitas.