Aplikasi Video Streaming Quibi Tutup Layanan

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Aplikasi streaming video Quibi menutup layanannya setelah lebih dari enam bulan beroperasi. Penutupan ini menjadikannya salah satu layanan streaming dengan durasi terpendek hingga saat ini.

Perusahaan mengonfirmasi keputusan mengejutkan ini melalui postingan Medium dari kedua pendirinya, Jeffrey Katzenberg dan Meg Whitman.

“Kami merasa bahwa kami telah menghabiskan semua opsi yang tersedia bagi kami. Akibatnya kami dengan enggan mengambil keputusan sulit untuk menghentikan bisnis, mengembalikan uang tunai kepada pemegang saham kami, dan mengucapkan selamat tinggal kepada rekan-rekan kami dengan anggun,” bunyi pengumuman itu.

Baca Juga:
Keok dengan TikTok, Facebook Tutup Lasso Bulan Ini

Dilansir dari The Verge (21/10/2020), ada sejumlah faktor yang memicu penutupan layanan sedari dini itu, diantaranya peluncuran layanan streaming khusus seluler di puncak pandemi global saat pengguna terjebak di rumah, kurangnya konten terobosan yang cukup menarik untuk menggoda pelanggan, atau fakta bahwa konten video berdurasi pendek memiliki pesaing yang kuat seperti YouTube, TikTok, dan platform lainnya. Pemain berskala kecil harus berjuang untuk mempertahankan anggaran konten dan koleksi acara.

Quibi menargetkan pengguna generasi muda. Terlepas dari persaingan konten, Quibi diklaim menyediakan gaya menonton serupa TikTok. Pengguna bisa menonton konten Quibi dalam mode landscape atau horizontal dan vertikal seperti aplikasi TikTok.

Pengalaman menarik ini yang membuat Quibi hanya tersedia untuk dinikmati lewat smartphone dan tidak di multi-platform seperti Netflix atau YouTube. Meskipun kedua pendiri Quibi menyebut bahwa YouTube dan Netflix bukan kompetitor mereka tetap saja pengalaman yang diberikan sangat baru dan berbeda dari keduanya.

“Dunia telah berubah secara dramatis sejak Quibi diluncurkan dan model bisnis mandiri kami tidak lagi dapat dijalankan,” demikian pernyataan Jeffrey Katzenberg, pendiri Quibi.

Baca Juga:
Fokus di Online, Microsoft Akan Tutup Seluruh Gerai Resminya

Quibi yang berbasis di Los Angeles menawarkan hiburan dan berita dalam episode berdurasi 10 menit atau kurang di ponsel, awalnya dipromosikan untuk ditonton saat bepergian. Diluncurkan pada 6 April, Quibi menawarkan biaya berlangganan US$ 5 per bulan untuk versi iklan yang didukung dan US$ 8 untuk opsi bebas iklan.

Selain penjualan iklan, Quibi telah menghasilkan US$ 3,3 juta dari pendapatan langganan sejak diluncurkan. Namun, pendapatan Quibi terus menurun sejak Juli, menurut firma analitik Apptopia.

Sebuah laporan dari perusahaan pelacakan aplikasi Sensor Tower pada bulan Juli mengklaim bahwa Quibi kehilangan lebih dari 90 persen pelanggannya setelah uji coba tiga bulan awal. Hanya 72.000 dari sekitar 910.000 pengguna yang telah mendaftar saat peluncuran beralih menjadi pelanggan berbayar.

- Advertisement -

Latest News

Inisiatif ‘Hyperlocal’ Tokopedia Dorong UMKM Palembang Raup Untung Ratusan Juta

Technologue.id, Jakarta - Inisiatif 'Hyperlocal' Tokopedia kian membawa dampak positif bagi pegiat usaha lokal di Indonesia. Pempek Cek Dung dan Pabrik Kerupuk...

Sony Luncurkan Drone Airpeak S1, Bisa Terbang Hingga 90 Km/Jam

Technologue.id, Jakarta - Sony resmi meluncurkan drone Airpeak pertamanya. Adalah Airpeak S1, drone ini ditujukan untuk pembuatan film profesional.

WhatsApp di Feature Phone Bisa Dipakai Telepon

Technologue.id, Jakarta - Pemegang feature phone berbasis KaiOS kini bisa melakukan panggilan telepon atau voice call melalui WhatsApp. Aplikasi messaging populer tersebut...

Redeem Code Genshin Impact Edisi Bulan Juni 2021

Technologue.id, Jakarta - Genshin Impact buatan miHoYo kian diminati para gamer di seluruh dunia. Untuk sambut kehadiran update Genshin Impact versi 1.6...

Samsung Rilis ISOCELL JN1, Dukung Resolusi 50MP

Technologue.id, Jakarta - Samsung resmi mengumumkan sensor kamera terbaru mereka. Adalah ISOCELL JN1, sensor kamera ini diperuntukan bagi smartphone kelas menengah dan...

Related Stories