Technologue.id, Jakarta – Kasus bocornya platform belanja online milik OnePlus yang mengakibatkan munculnya tagihan siluman di kartu kredit konsumennya tak bisa diremehkan. Sebab, walaupun berbelanja di situs resmi, ternyata kemungkinan ancaman terhadap informasi dan data sensitif netizen masih terbuka lebar.

Di samping mengandalkan OnePlus yang menyatakan tengah mendalami dan mencoba mengusut kasus ini maupun para e-commerce lain yang menjamin keamanan penggunanya di dunia maya, baiknya Anda sendiri berjaga-jaga agar tak ada kejadian buruk yang menghiasi pengalaman belanja online Anda. Coba terapkan cara berbelanja online secara aman menggunakan kartu kredit berikut:

1. Pastikan laman sudah aman
Sebelum memasukkan nomor kartu kredit Anda, cek dahulu apakah URL situs yang tengah Anda akses sudah diawalii dengan https://, bukannya http://. HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) sendiri adalah versi aman dari HTTP, walaupun naif rasanya kalau hanya mengandalkan protokol ini. Minimal, informasi yang di-input dari browser Anda ke web server penerima telah dienkripsi oleh HTTPS.

Baca juga:

Belanja di Situs Resmi, Para Customer OnePlus Malah Kena Hack

2. Tambah layer keamanan
Menukil CNET.com, beberapa bank penyedia layanan credit card memiliki proteksi tambahan yang tak aktif secara default, entah itu PIN atau security code yang dikirimkan ke nomor ponsel Anda. MasterCard, misalnya, punya SecureCode, yakni kode yang harus Anda masukkan di tiap transaksi yang hendak Anda proses di situs pendukung. Sementara Verified dari Visa juga mengharuskan penggunanya untuk memasukkan passcode di tiap pembelian.

3. Pakai kartu kredit virtual
Sejumlah bank dan institusi finansial mengizinkan Anda untuk men-generate nomor kartu kredit virtual. Nomor samaran ini hanya bisa dipakai satu kali, punya limit tertentu, atau dibatasi masa aktifnya. Anda juga bisa memanfaatkan layanan third-party seperti dari ekstensi Chrome bernama Privacy untuk mendapatkan virtual credit card ini.

Awas Kasus OnePlus Terulang! Ini Tips Aman Belanja Online Via Credit Card
Ilustrasi kartu kredit (source: freeimages.red)

Baca juga:

Begini Cara Mewaspadai Adanya Penyusup di Grup WhatsApp

4. Awasi setting browser Anda
Usahakan, matikan fitur autocomplete pada peramban yang Anda pakai bertransaksi menggunakan kartu kredit atau memasukkan informasi personal lainnya. Hal ini untuk menjaga agar browser tidak menyimpan data sensitif tersebut, sehingga orang asing awam pun tak kedapatan “durian runtuh” ketika mencoba iseng karena nomor kartu kredit Anda telah tertera secara otomatis.

5. Lebih aman pakai kartu kredit daripada kartu debit
Ini adalah poin penting yang perlu dipahami. Terlepas lebih sedikitnya adopsi kartu kredit saat ini dibanding kartu debit, kartu kredit lumayan bisa mengamankan Anda gara-gara adanya limit. Saat kartu debit Anda jatuh ke tangan orang yang salah, maka uang Anda sangat mungkin untuk dikuras habis, tetapi tidak untuk kartu kredit.

Baca juga:

Sudahkah iPhone Anda Diperlambat Oleh Apple? Ketahui dengan Cara Ini

6. Pantau akun Anda
Baiknya, tiap Anda menggunakan kartu kredit untuk online shopping, print konfirmasi atau bukti pembayaran Anda. Arsipkan dengan baik atau cocokkan dengan tagihan Anda nantinya dan pastikan pengeluarannya sesuai. Jangan ragu untuk langsung menelepon bank Anda jika Anda menemukan transaksi mencurigakan atau yang tidak Anda lakukan.